Ikat Sulsel Target Berangkatkan 100 Tenaga Kerja ke Jepang Tahun 2017
Ikat Jepang Sulsel menargetkan pemberangkatan 100 peserta Training/magang pada yang akan dimulai Februari mendatang.
Penulis: Alfian | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Di priode kepengurusan 2016-2021, Ikatan Alumni Training (Ikat) Jepang Sulawesi Selatan menargetkan jumlah Tenaga kerja yang kembali diberangkatkan ke Negeri Sakura pada tahun 2017 meningkat.
Ikat Jepang Sulsel menargetkan pemberangkatan 100 peserta Training/magang pada yang akan dimulai Februari mendatang.
Hal tersebut tertuang dalam rencana kerja yang dibahas pada Rapat Kerja dan Pengukuhan Pengurus Ikat Jepang Sulsel periode 2016-2021, Minggu (27/11/2016) di RM Ulu Juku' Jl Prof Basalamah (Eks Racing Center).
"Dengan proses Raker dan pengukuhan ini, rencana kerja atau target kami pastinya ada peningkatan jumlah peserta yang diberangkatkan tahun 2017 mendatang, minimal 100 tenaga kerja," ucap Ketua Ikat Jepang Sulsel, Dr Arifuddin Mane.
Fokus peningkatan jumlah Tenaga kerja mengikuti Training, menurut Arifuddin adalah sesuatu yang semestinya diperjuangkan.
Hal tersebut dikarenakan dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Provinsi Sulsel tak lagi mewadahi proses pemberangkatan atau kerjasama dengan pihak pemerintah Jepang.
Setelah beberapa lama vakum, di akhir tahun 2016 pihak Pemerintah Jepang dalam hal ini salah satu Bidang Ketenagakerjaannya atau organisasi IM kembali menjalin kerjasama dengan Ikat Jepang Sulsel. Bahkan Ikat Sulsel diberikan kepercayaan sebagai bagian dari kepanitiaan.
"Untuk priode Training atau magang itu 3-5 tahun dan ditempatkan di perusahaan agar mendapat kemampuan ahli teknologi, tugas kami menyiapkan peserta Pra-pemberangkatan dengan mengedukasi," lanjut Arifuddin yang juga Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Bosowa itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/menargetkan-jumlah-tenaga-kerja-yang-kembali_20161127_222331.jpg)