Harga Bawang Merah di Parepare Naik Jadi Rp 45 Ribu
Untuk menutupi kekurangan bawang merah, terpaksa stok didatangkan dari Malino, Kabupaten Gowa dan Bantaeng.
Penulis: Mulyadi | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi
TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE- Dampak banjir yang terjadi di Kabupaten Enrekang beberapa waktu lalu berimbas kurang stok bawang merah yang dikirim ke Kota Parepare.
Untuk menutupi terpaksa stok didatangkan dari Malino, Kabupaten Gowa dan Bantaeng.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Kota Parepare, Amir Sabbi, mengungkapkan, Jumat (18/11/2016) jika stok dari Malino dan Bantaeng tersebut sifatnya insidentil saja.
"Stok dari Malino dan Bantaeng ini sewaktu-waktu saja dan jika ada stoknya langsung masuk di Pelabuhan Nusantara saja,"jelas Amir
Ia mengatakan, jika memang selama ini Kota Parepare bukan distributor bawang merah melainkan hanya pengumul sehingga stok yang ada langsung di masukkan ke Pasar. Selama ini sendiri sebagian besar bawang merah yang didatangkan dari Enrekang kebanyakan di kirim ke Pulau Kalimantan lewat jalur laut di Kota Parepare.
Amir berjanji akan bertemu langsung dengan pihak provinsi untuk membahas kurangnya stok bawang merah ini dan akan meminta untuk memberi kewenangan Disperinkop Parepare melakukan intervensi masalah pengiriman bawang merah ke pulau.
Harga Bawang di Parepare saat ini menembus harga Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu atau mengalami kenaikan sekitar Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu perkilogramnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sabbi1_20161118_101718.jpg)