Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bikin Terenyuh, Murid SD Rela Banting Tulang Bantu Orangtua Lunasi Utang

Supri (11) tampak bersemangat mengayuh sepeda gerobaknya. Di dalam gerobak ada adiknya

Editor: Edi Sumardi
KOMPAS.COM/KAHFI DIRGA CAHYA
Supri dan Putri, kakak beradik mengumpulkan barang bekas di Perumahan Taman Royal, Jalan Permata Raya, Poris Plawad, Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Banten. 

Supri kembali melanjutkan pendidikan dengan pindah sekolah dari SDN Pelawad 2 ke SD Al Barkah. Sayangnya, di sekolah baru ini, Supri kerap dicemooh.

"Dia sering nangis dan cerita ke saya karena diejek anak tukang rongsok," kata Daryo.

Kendati demikian, Supri tak pernah membalas. Dia lebih banyak berdiam diri dan menceritakan kepada orangtuanya.

Meskipun tak membalas, ejekan itu ternyata berdampak pada psikologis Supri. Ia kerap kali tak masuk sekolah setelah diejek. Tak jarang, kata Daryo, Supri juga mendapat kekerasan fisik dari temannya.

"Nanti kalau enggak masuk, gurunya ke rumah, tanya kenapa Supri enggak masuk," ucap Daryo.

Daryo pun hanya bisa mengatakan kondisi Supri yang memilih untuk tidak sekolah. Ia pergi ke luar untuk bermain dan bekerja mengumpulkan barang bekas. Daryo membenarkan bila Supri bekerja untuk membantu melunasi utang keluarga. Namun nominal utang itu tak disebutkan Daryo.

Daryo sendiri kerap mengingatkan agar Supri bisa sabar dan tetap fokus pada sekolah. Dia ingin Supri memiliki pendidikan yang baik dan bisa mengubah kehidupan keluarganya.

"Intinya jangan sampai kayak orangtua dan kakak-kakaknya," ujar Daryo.(kahfi dirga cahya)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved