Penerima Sertifikat Kompetensi Profesi Harus Memiliki Jiwa Nasionalisme
Syahrul mengingatkan ada empat poin yang harus dimiliki seseorang yang dinyatakan berkompetensi.
Penulis: Hasrul | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasrul
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (SYL) melantik pengurus Badan Kordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Sulsel di Aula Poltek ATI Makassar, Jl Sunu, Sabtu (15/10/2016).
Setelah melantik Dr Ir H A M Yusran Paris MM MB sebagai ketua BKSP Sulsel dan pengurusnya Syahrul mengingatkan ada empat poin yang harus dimiliki seseorang yang dinyatakan berkompetensi.
Pertama adalah jiwa nasionalisme agar setelah dilatih menjadi orang hebat tidak berpindah kewarganegaraan karena akan merugikan negara dan pendidikan nasionalisme harus ditanamkan sejak dibangku sekolah.
Kedua iyalah karakter karena saat ini banyak pemimpin yang menyatakan dirinya jago namun tidak memiliki karakter sehingga gampang menyerah, ada masalah langsung mundur.
Ketiga iyalah kemampuan akademik karena Indonesia khususnya Sulsel memiliki Sumber Daya Alam yang melimpah namun tidak terkelolah dengan baik.
"Kita punya minyak, emas, tambang dan gas namun kita tidak mampu mengelolanya dengan baik makanya kita butuh mereka para akademisi yang saat ini harus dibangun budaya membaca," kata Syahrul.
Keempat iyalah kemampuan untuk bekerja keras sehingga tidak melakukan tindakan-tindakan yang tidak masuk akal seperti menjadi pengikut Kanjeng Dimas Taat Pribadi.
"Kerja keras juga harus diutamakan, agar tidak korupsi apalagi menjadi pengikut Kanjeng Dimas yang jelas menyesatkan," tutur Syahrul memberi contoh.
Keempat poin tersebut harus dimiliki seseorang yang dinyatakan berkompetensi agar mampu bersaing di negara sediri dan negara Asia pada umumnya.
"Ini era global jika kita tidak memiliki kompetensi maka kita akan tergilas dan jatuh miskin, kita tidak mau itu maka kami berharap kehadiran BKSP ini bisa menjadi solusi," harapan Syahrul.