Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bayi Malang yang Dibuang di Depan Kampus Poltek Moncongloe Masih Diinkubator

Pasalnya, sampai saat ini orangtua bayi tersebut belum diketahui dan sementara tahap pencarian oleh pihak Kepolisian.

Penulis: Ansar | Editor: Ina Maharani
TRIBUN TIMUR/ANSAR
bayi laki- laki yang dibuang di depan Kampus Politeknik (Poltek) Ujungpandang Jl Poros Pamanjengan, Kecamatan Moncongloe, Kabapaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (9/10/2016) lalu, masih menjalani perawatan di RS Salewangang, Maros, Kamis (13/10/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Kondisi bayi laki- laki yang dibuang di depan Kampus Politeknik (Poltek) Ujungpandang Jl Poros Pamanjengan, Kecamatan Moncongloe, Kabapaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (9/10/2016) lalu, masih menjalani perawatan di RS Salewangang, Maros, Kamis (13/10/2016).

Kepala Dinas Sosial Maros Muh Alwi mengatakan, saat ini bayi tersebut diinkubator karena berat badannya masih belum normal, yang seharusnya mencapai 3 kilogram.

Baca: Bayi Laki-laki Ditemukan di Depan Poltek Moncongloe

"Bayinya masih dirawat di rumah sakit. Dia disimpan di inkubator karena berat badannya belum normal. Saat ini, berat badan bayi tersebut baru naik dua ons dari 2,1 kilogram," katanya.

di dalam sebuah kardus di depan Kampus
Seorang bayi laki-laki ditemukan di dalam sebuah kardus di depan Kampus Politeknik (Poltek) jalan Poros Pamanjengan, Kecamatan Moncongloe, Kabapaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (9/11/2016).

Terhambatnya pertumbuhan bayi tersebut disebabkan, perawat hanya memberikannya susu formula saja dan belum pernah mendapatkan Air Susu Ibu (ASI).

Pasalnya, sampai saat ini orangtua bayi tersebut belum diketahui dan sementara tahap pencarian oleh pihak Kepolisian.

"Yang menghambat pertumbuhannya, karena belum pernah mendapatkan ASI. Bayi ini hanya minum susu formula. Seharusnya, bayi ini diberikan ASI," katanya.

Dinsos Maros mengontrol perkembangan bayi tersebut tiga kali dalam sepekan. Hal ini juga dilakukan untuk memastikan sterilnya ruang perawatan bayi.

Jika kondisi bayi sudah sehat dan beratnya mencapai normal, Alwi akan berkoordinasi dengan pihak Polisi, supaya bayi tersebut diurus dan dirawat oleh Dinsos.

"Jika orangtuanya tidak ditemukan dan kondisi bayi sudah sehat, maka kami yang akan merawatnya," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved