Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Baru 4 Hari, Petisi Boikot Ahok Sudah Dapat Dukungan Sebanyak ini

Adalah Irfan Noviandana, pada Rabu (5/10/2016), memulai membuat petisi di laman www.change.org yang ditujukan kepada sang gubernur.

Editor: Ilham Arsyam
SCREENSHOT YOUTUBE.COM/PEMPROV DKI & AHOK DJAROT - PILGUB DKI 2017
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat pidato di Kepulauan Seribu, Jakarta. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengundang reaksi dari banyak kalangan menyusul ucapannya yang dinilai melecehkan Al Quran.

Pernyataan Ahok tersebut muncul direkaman video berdurasi 1 jam 48 menit 33 detik yang diunggah akun YouTube Pemprov DKI berjudul '27 Sept 2016 Gub Basuki T Purnama Kunjungan ke Kep Seribu dlm Rangka Kerja Sama dgn STP'. Kalimat berbau SARA itu terdengar di menit 24 dari detik 15-23 pada rekaman itu.

Atas ucapannya itu, Ahok mendapat kritik keras dari sejumlah kalangan karena dianggap telah melecehkan Alquran.

Adalah Irfan Noviandana, pada Rabu (5/10/2016), memulai membuat petisi di laman www.change.org yang ditujukan kepada sang gubernur.

petisi ahok

"Selaku warga negara Indonesia, khususnya masyarakat yang beragama Islam, kami merasa sangat terganggu atas ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang melecehkan ayat suci Alquran," ungkap Irfan.

Hingga Minggu (9/10/2016) atau empat hari pasca petisi ini dimulai sudah ada 72 ribu orang mendukungnya.

Ada beberapa poin tuntutan yang diajukan Irfan lewat laman petisi tersebut.

Berikut isi petisi tersebut:

Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamu'alaikum waramatullahi wabaraktuh

Kami warga negara Indonesia, khususnya masyarakat yang beragama islam merasa sangat terganggu atas ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang melecehkan ayat suci Al Qur'an dengan kalimat "dibohongi pake surat Al Maidah ayat 51", pada acara pertemuan Gubernur DKI Jakarta dengan warga Pulau Seribu yang di publikasikan pada tanggal 27 September 2016.

Berikut transkripnya pada video yang diunggah Channel YouTube Berita AHOK Terbaru (https://www.youtube.com/shared?ci=ZH1BrdyIzH8 video resmi dari Pemprov DKI pada menit 22:26 sampai menit 23:00.

"jadi nggak usah pikiran,'ah...nanti kalo nggak kepilih pasti Ahok programnya bubar', nggak!. Saya (Ahok) masih terpilih sampai Oktober 2017. Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak pilih saya (Ahok), ya kan!. Dibohongin pake surat Al Maidah ayat 51, macem - macem itu, itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu nggak bisa milih nih,'karena saya (bapak ibu) takut masuk neraka', nggak apa-apa".

Atas ucapan yang melecehkan tersebut kami yang menandatangani Petisi ini :

1. Menuntut permintaan maaf dan penyesalan kepada Gubernur DKI Jakarta Ahok atas ucapan pelecehan tersebut. Dan menghimbau agar tidak lagi membawa ayat suci Al Qur'an dengan tafsirannya sendiri, dimana tafsirannya dapat menimbulkan keresahan dikalangan umat islam.

2. Meminta Majelis Ulama Indonesia agar melakukan langkah serius untuk memperingatkan Gubernur DKI Jakarta atas perbuatannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved