Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Prof Dr Ghalib : Dimas Kanjeng Bukan Karomah

Para dosen juga menyayangkan keikutsertaan Marwah Daud dalam padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi

Penulis: Munawwarah Ahmad | Editor: Suryana Anas
Prof Dr Ghalib : Dimas Kanjeng Bukan Karomah - fd1_20161004_215025.jpg
TRIBUN TIMUR/MUH ABDIWAN
Forum Dosen menggelar diskusi terkait Kasus penipuan ala Dimas Kanjeng di redaksi Tribun Timur, Jl Cenderawasih 430, Makassar, Selasa (4/10/2016). Ketua Forum Dosen Dr Adi Suryadi Culla, dosen FISIP Unhas, yang memandu diskusi.Belasan anggota forum dosen hadir.Ada guru besar UIN Alauddin Makassar Prof Qasim Mathar, Guru Besa Unibos Prof Marwan Mas, Dosen FISIP Unhas Dr Rahmat Muhammad, Dosen Komunikasi Unhas Dr Aswar Hasan,Dosen FISIP Unhas Iqbal Latief yang juga ketua KPU Sulsel, Dosen Unhas A Arsunan Arsin, Dosen Unibos Abd Rahman Pilang, Dosen Psikologi UNM Asniar Khumas, Dosen Unismuh Muhiddin, Anggota MUI HM Galib. tribun timur/muhammad abdiwan
Prof Dr Ghalib : Dimas Kanjeng Bukan Karomah - fd2t_20161004_215250.jpg
TRIBUN TIMUR/MUH ABDIWAN
Forum Dosen menggelar diskusi terkait Kasus penipuan ala Dimas Kanjeng di redaksi Tribun Timur, Jl Cenderawasih 430, Makassar, Selasa (4/10/2016). etua Forum Dosen Dr Adi Suryadi Culla, dosen FISIP Unhas, yang memandu diskusi.Belasan anggota forum dosen hadir.Ada guru besar UIN Alauddin Makassar Prof Qasim Mathar, Guru Besa Unibos Prof Marwan Mas, Dosen FISIP Unhas Dr Rahmat Muhammad, Dosen Komunikasi Unhas Dr Aswar Hasan,Dosen FISIP Unhas Iqbal Latief yang juga ketua KPU Sulsel, Dosen Unhas A Arsunan Arsin, Dosen Unibos Abd Rahman Pilang, Dosen Psikologi UNM Asniar Khumas, Dosen Unismuh Muhiddin, Anggota MUI HM Galib. tribun timur/muhammad abdiwan
Prof Dr Ghalib : Dimas Kanjeng Bukan Karomah - fd3g_20161004_215332.jpg
TRIBUN TIMUR/MUH ABDIWAN
Forum Dosen menggelar diskusi terkait Kasus penipuan ala Dimas Kanjeng di redaksi Tribun Timur, Jl Cenderawasih 430, Makassar, Selasa (4/10/2016). etua Forum Dosen Dr Adi Suryadi Culla, dosen FISIP Unhas, yang memandu diskusi.Belasan anggota forum dosen hadir.Ada guru besar UIN Alauddin Makassar Prof Qasim Mathar, Guru Besa Unibos Prof Marwan Mas, Dosen FISIP Unhas Dr Rahmat Muhammad, Dosen Komunikasi Unhas Dr Aswar Hasan,Dosen FISIP Unhas Iqbal Latief yang juga ketua KPU Sulsel, Dosen Unhas A Arsunan Arsin, Dosen Unibos Abd Rahman Pilang, Dosen Psikologi UNM Asniar Khumas, Dosen Unismuh Muhiddin, Anggota MUI HM Galib. tribun timur/muhammad abdiwan

Laporan Wartawan Tribun Tmur Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Mencuatnya kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi, menyita perhatian akademisi yang tergabung dalam forum dosen. Bertempat di kantor redaksi Tribun Timur, Forum Dosen kembali menggelar diskusi rutin dengan bahasan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Selasa (4/10/2016).

Tercatat ada 13 dosen dari berbagai Universitas di Makassar hadir dalam forum tersebut. 

Dalam pertemuan tersebut yang dibuka oleh Ketua Forum Dosen, Adi Suryadi Culla.

Sejumlah akademisi yang hadir memaparkan pandangannya seputar kasus Dimas Kanjeng yang ikut menyeret sejumlah nama akdemisi seperti Marwah Daut Ibrahim yang sudah tidak asing lagi di dunia perpolitikan.

Para dosenpun menyayangkan keikutsertaan Marwah Daud dalam padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi bahkan Marwah mengakui sebagai ketua Padepokan yang berada di Makassar.

"Marwah kan sempat bilang kalau Dimas Kanjeng itu, Karomah. Tapi perlu dipahami bahwa Karomah itu bukan untuk sembarang orang karena itu merupakan pemberian Tuhan kepada orang-orang pilihan dan hanya sekali dan bisa dalam bentuk yang lain. Kedua bahwa Karomah itu tidak untuk dipertontonkan apalagi sampai muncul di dunia maya seperti youtube dan terakhir adalah, Karomah itu tidak dikomersilkan," ujar Guru Besar UIN Prof Dr M Ghalib, yang juga Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel

Sementara, psikolog UNM Asniar Khumas menilai bahwa keterlibatan Marwah merupakan proses pencarian jati diri.

"Ini tidak bisa dikatakan tidak rasional langkah yang diambil Marwah untuk bergabung dengan Dimas Kanjeng. Bu Marwah lagi mencari jati dirinya dan Dimas Kanjeng menjadi alternatif karena kebingungannya. Ada kekaburan identitas pada diri Marwah," jelas Asniar.

Asniar juga menambahkan, tidak ada orang yang akan masuk ke wilayah yang merusak jika tauhidnya bagus dan benar dan bu Marwah. Saat itu tauhidnya kurang bagus, tidak normal, makanya ini terjadi. Dan bukan hanya Marwah yang bisa tergiur kata Asniar, siapapun itu selagi tauhidnya tidak bagus.

Forum dosen juga menyimpulkan, apa yang terjadi dengan aksi penggandaan uang DImas Kanjeng Taat Pribadi bukanlah hal mistik melainkan trik.

Selain itu, dari forum dosen ini pula diminta agar kepolisian mengusut tuntas kasus yang tengah bergulir untuk DImas Kanjeng Taat Pribadi. Termasuk penyelesaian kasusnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved