Pilkada Parepare
Satpol PP Parepare Dituding Diskriminatif Dalam Menertibkan Baliho Pilkada
Sorotan disampaikan tim dari salah seorang figur yang mulai sosialisasi yakni Yasser Latif
Penulis: Mulyadi | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi
TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Parepare disoroti lantaran dituding membeda-bedakan dalam menertibkan baliho sejumlah figur yang melakukan tahap sosialisasi pengenalan diri kepada masyarakat menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 mendatang.
Sorotan disampaikan tim dari salah seorang figur yang mulai sosialisasi yakni Yasser Latif.
"Salah satu kepala seksi Satpol PP datang ke rumah dan meminta agar baliho yang terpasang untuk dicabut dan akhirnya kami cabut sendiri,"jelas salah satu sahabat Yasser Latif (YL), Mahyuddin, Rabu (28/9/2016).
Ia mengatakan, pihaknya adalah warga taat hukum dan mengerti jika perintah Wali Kota Parepare demi estetika dan kerapian kota hanya saja seharusnya diberlakukan secara umum terhadap seluruh baliho yang terpasang. "Seharusnya berlaku secara keseluruhan," jelasnya.
Sementara itu, Satpol PP enggan memberikan tanggapan mengenai adanya tudingan penertiban baliho yang hanya diberlakukan pada salah seorang figur tersebut. Kasatpol PP, Hasan Ginca yang dicoba dimintai keterangan mengenai tudingan tersebut tidak memberikan respon dan seakan menghindar.
Baliho lain yang masih terpasang di sejumlah trotoar jalan Parepare adalah baliho salah seorang mantan anggota dewan Parepare, Rahman Saleh. Rahman Saleh sendiri merupakan figur yang juga mulai menyebar ucapan Hari Raya Idul Adha beberapa waktu lalu.
Mantan politisi PKS yang duduk di DPRD periode 2009-2014 ini sekarang diberikan posisi sebagai anggota Dewan Pengawas (Dewas) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau dan dilantik langsung oleh Wali Kota Parepare, Taufan Pawe.(adi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/satpol-pp-menertibkan-baliho_20160928_134917.jpg)