Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Warga Samata Diajar Buat Tabungan Bank Sampah

Salah seorang warga, Alisa, mengaku menyambut baik program Bank Sampah yang dicetus pihak Kelurahan.

Penulis: Waode Nurmin | Editor: Ina Maharani
HANDOVER
warga di BTN Bumi Samata Permai, Kelurahan Samata, Kecamatan Sombaopu, Gowa, diajak memanfaatkan sampah yang ada dirumah mereka agar dapat bernilai ekonomis. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Puluhan warga di BTN Bumi Samata Permai, Kelurahan Samata, Kecamatan Sombaopu, Gowa, diajak memanfaatkan sampah yang ada dirumah mereka agar dapat bernilai ekonomis.

Sampah-sampah warga ini pun nantinya akan dibuatkan Tabungan Bank Sampah.

Lurah Samata, Muhammad Iqbal saat membuka Launching Penimbangan Bank Sampah, mengatakan Program Bank Sampah yang dia cetus telah berjalan sejak Agustus lalu.

"Dan saat ini kita sudah memiliki empat Bank Sampah yang ada pada setiap RW. Program Bank sampah yang ada dikelurahan Samata ini juga satu-satunya yang ada di Kabupaten Gowa, bertujuan untuk dapat merubah pola pikir warga tentang sampah yang tidak mempunyai nilai, dan ternyata mempunyai nilai tambah dari segi ekonomi," katanya kemarin.

Selain itu, Ikbal juga mengatakan hadirnya Bank Sampah yang ada di Kelurahan Samata ini selain mengajak warga juga lebih meningkatkan lagi kesadaran dalam hal menjaga kebersihan lingkungan dan tempat tinggalnya.

Hal ini juga mendukung program Kotaku Tanpa Kumuh (KOTAKU) Yang telah dicanangkan oleh Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan, yang bertujuan bagaimana mengurangi Volume sampah diwilayah perkotaan.

Warga yang membawa sampah bersih maupun kotor dari rumah mereka ke Bank Sampah akan langsung diberikan Buku Tabungan dan diisi sebagai bukti saldo nilai timbangan sampah yang mereka bawa.

Direktur Bank Sampah Taruna Prima BTN Bumi Samata Permai, Rusdi mengatakan saat ini sudah ada 45 warga yang telah terdaftar memiliki Buku Tabungan Bank Sampah.

"Jumlah saldo tergantung nilai timbangan sampah milik warga. Makin banyak timbangan, maka tabungannya juga akan bertambah. Setiap sampah baik jenis plastik maupun karton bernilai Rp. 4.500/ kilonya untuk sampah bersih, dan Rp. 1.800/ kilo untuk sampah kotor. Jadi sampah ini akan menjadi tabungan mereka yang nanti dapat mereka ambil uangnya," ujarnya.

Salah seorang warga, Alisa, mengaku menyambut baik program Bank Sampah yang dicetus pihak Kelurahan.

"Dulu sampah yang ada dirumah langsung dibuang. Tapi setelah di lakukan sosialisasi dan hadirnya Bank Sampah ini saya makin rajin mengumpulkan sampah," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved