Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Anggota Satpol PP Jadi Sasaran Pengunjuk Rasa

Beruntung pihak kepolisian yang saat itu berada di tempat kejadian langsung menghalau ratusan massa dan melarikan korban kembali ke Kantor Bupati Gowa

Penulis: Waode Nurmin | Editor: Anita Kusuma Wardana
TRIBUN TIMUR/WA ODE NURMIN
Salah satu anggota Satpol PP Gowa hampir jadi korban amukan pengunjuk rasa dari keluarga Kerajaan Gowa saat demo di depan Kantor DPRD Gowa, Rabu (21/9). Satpol PP tersebut awalnya datang sendiri untuk mengambil foto pengunjuk rasa. 

Laporan Wartawan Tribun Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Salah satu anggota Satpol PP Gowa jadi sasaran pengunjuk rasa di depan Kantor DPRD Gowa, Jl. Masjid Raya, Rabu (21/9/2016).

Awalnya anggota Satpol PP itu dihajar massa lantaran mencoba mengambil gambar aksi unjuk rasa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Adat Gowa dari dekat.

Melihat keberadaan Satpol PP, massa langsung menghampiri. Sempat akan dipukul namun pengunjuk rasa lainnya datang kemudian menendang.

Beruntung pihak kepolisian yang saat itu berada di tempat kejadian langsung menghalau ratusan massa dan melarikan korban kembali ke Kantor Bupati Gowa.

Ratusan warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Adat Kabupaten Gowa, berunjuk rasa menuntut agar Peraturan Daerah (Perda) Lembaga Adat Daerah (LAD) yang diketuai oleh Bupati Gowa, Adnan Purictha Ichsan dicabut.

"Kami kesini menuntut agar Perda itu dicabut dan tidak diberlakukan di Kabupaten Gowa," kata Andi Rivai, salah satu keluarga keturunan Raja Gowa.

Tidak hanya itu, massa yang datang tersebut juga menuntut agar pelaku yang melakukan pembongkaran paksa brankas penyimpanan benda-benda pusaka peninggalan Raja Gowa diusut dan diproses sesuai hukum.

"Kami juga menuntut agar pihak humum menangani kasus ini dan mengusut tuntas pelaku pembongkaran paksa brangkas benda-benda pusaka,"katanya.

Massa yang beberapa jam menutup jalan dengan membakar ban didepan DPRD Gowa itu akhirnya bubar dan melanjutkan aksinya di Polres Gowa setelah diterima oleh anggota dewan.

Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Gowa, Asriyadi Arsy mengatakan, sudah menerima aspirasi dan akan menyampaikan hal itu kepada pimpinan untuk kemudian ditindmaklanjuti.

"Intinya kami menerima aspirasi mereka. Dan akan kita teruskan ke pimpinan," ujarnya.

Setelah diterima oleh salah seorang anggota DPRD Gowa, massa dengan mobil komando yang diiring oleh puluhan motor kemudian menuju ke Polres Gowa.

Kedatangan mereka di Polres Gowa untuk meminta agar pihak kepolisian menindak lanjuti dengan segera menangkap pelaku pembongkaran dan pengrusakan brankas benda-benda pusaka yang ada di Istana Balla Lompoa.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved