Konflik Adat di Gowa
Massa dan Satpol PP Berjaga di Balla Lompoa
Pantauan Tribun sebagian massa dari Pemkab Gowa dan anggota Kepolisian Resor Gowa masih berjaga di dalam area istana.
Penulis: Waode Nurmin | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin
TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Pasca bentrok antara masyarakat adat Kerajaan Gowa dengan Pemerintah Kabupaten Gowa sehari sebelumnya, kondisi di Istana Balla Lompoa masih kondusif, Selasa (13/9).
Pantauan Tribun sebagian massa dari Pemkab Gowa dan anggota Kepolisian Resor Gowa masih berjaga di dalam area istana.
Kendaraan Brimob Polda Sulsel yang ikut diturunkan sejak kemarin juga masih standby. Sementara Satpol PP tepantau hanya terlihat beberapa orang.
Tak hanya itu, masyarakat yang berada disekitar istana dan pengendara yang melintas terlihat menoleh untuk sekedar melihat situasi Balla Lompoa yang sebelumnya rusuh.
Kabag Ops Polres Gowa, Kompol Henri Noveri Santoso mengatakan anggota polisi sampai hari ini masih disiagakan bersama anggota brimob Sulsel.
"Masih tetap stanbay. Ada yang memantau dari laur, dan ada juga didalam Istana, Brimob juga masih ada didalam, dan sebagian sudah ada markasnya, tapi tetap siaga, jika sewaktu-waktu dibutuhkan tinggal dihubungi," katanya.
Kericuhan antara dua kubu terjadi dalam prosesi Accera Kalompoang usai Pelaksanaan Salat Idul Adha kemarin.
Memanas karena aksi saling serang dan lempar batu hingga petasan itu berlangsung selama satu jam. Dan menyebabkan lalu lintas lumpuh.
Acara pencucian benda pusaka yang dilakukan Pemkab Gowa kemarin pun jadi pembicaraan warga. Mereka menganggap jika prosesi itu tidak lah sah karena tidak dirangkaikan dengan Appalili atau ritual mengelilingi Balla Lompoa sebelum Accera Kalompoang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pascabentrok-antara-masyarakat-adat_20160913_152211.jpg)