Pengakuan Anak Mario Teguh
7 Hal Bikin Banyak Orang Balik Marah-marah pada Mario Teguh
Ia menyusun tulisan 7 penyebab banyak orang berbalik marah pada MT:
Tidak heran kita sangat kecewa kala menghapi kenyataan yang tidak sepenuhnya seperti yang kita harapkan.
Sebenarnya wajar bukan ketika orang itu memiliki kelemahanan, kesalahan, dan melakukan pilihan yang tidak tepat di dalam hidupnya.
Apakah jika motivator itu tentu sempurna? Tentu tidak, namanya manusia, hidup di dunia, dan tentunya penuh dengan keterbatasan bukan?
Keempat, para penggemar yang geram itu mencari ketenangan, kekuatan, dan penghiburan dari Mario Teguh dan lupa bahwa dia hanya sebagai sarana bukan sebagai tujuan atas “ketenangan” yang diperoleh.
Apa yang disampaikan itu harusnya mengubah, bukan hanya menjadi kata-kata “mistis” yang menjadi sumber kekuatan itu.
Jika sampai memahami demikian, tidak akan merasa teperdaya, merasa “dibohongi”, dan sejenisnya.
Lepas dari urusan pribadinya, toh kita pernah merasa tersentuh, terinspirasi, dan termotivasi oleh kata-katanya.
Apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi kegusaran menghadapi hal ini?
Satu, memisahkan bahwa secara profesi, pribadi yang bersangkutan tetap saja manusia yang bisa salah dan berbuat keliru.
Semua profesi dan pekerjaan akan menghadapi hal yang demikian.
Dua, tidak ada yang sempurna di dunia ini, bisa saja bahwa kata-katanya indah, kalimatnya menginspirasi, eh kelakuannya ternyata jauh dari itu semua.
Jika itu seluruh hidup sehari-hari buruk, namun kalau di panggung bertolak belakang, sangat bisa dipahami kemarahannya, namun jika ada satu dua kekeliruan namun melakukan yang sebaliknya jauh lebih banyak tentunya tidak adil kemarahan itu.
Tiga, harapan itu yang wajar saja, menilai da mengagumi dengan wajar sehingga tidak perlu berlebihan ketika menghadapi fakta yang tidak sepenuhnya ideal. Hal ini akan sering ditemui.
Harapan yang berlebihan membuat kita kecewa juga lebih bukan?
Empat, semua profesi tentu dijalankan oleh pelakunya yang juga memiliki sisi pribadi, yang bisa saja bertolak belakang dengan yang dilakukan.