Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pengakuan Anak Mario Teguh

Masih Bingung Siapa Ayah Ario Kiswinar? Kepada Netizen, Dia Ungkap Daerah Asalnya

Motivator Mario Teguh (60) secara tegas menolak mengakui Ario Kiswinar Teguh (30) sebagai putra kandungnya.

Editor: Edi Sumardi
DOK PRIBADI
Ario Kiswinar Teguh 

TRIBUN-TIMUR.COM - Motivator Mario Teguh (60) secara tegas menolak mengakui Ario Kiswinar Teguh (30) sebagai putra kandungnya.

Mengapa?

Menurut Mario, Ario lahir dari hubungan mantan istrinya, Ariyani Soenarto dengan laki-laki lain (perselingkuhan).

Saat diwawancarai secara eksklusif oleh Bayu Setyono dalam pogram Sapa Indonesia yang disiarkan Kompas TV, Jumat (9/9/2016), Mario mengatakan, sebenarnya Ario mengetahui jika dirinya bukanlah ayah kandung."

"Saya tanya, 'Mas Ario tahu siapa papamu?" demikian pertanyaan Mario beberapa tahun lalu sebagaimana ditirukan, kemarin.

Ario lantas menjawab sebagaimana ditirukan lagi Mario, "Tahu."

Kata Mario lebih lanjut, "Harapan saya, dia tunjuk saya."

Ario menyebut nama laki-laki lain sebagai ayah kandungnya.

Mario menamai laki-laki tersebut "Mister X".

Siapa sebenarnya nama lengkap "Mister X"?

"Itu penggalan namanya ada di nama dia (Ario). Pencemaran nama baik, lho, itu. Mencemarkan saya," kata Mario.

Saat menjadi narasumber pada reality talk show Hitam Putih sebagaimana ditayangkan Trans 7, Rabu (7/9/2016), Ario memperlihatkan dokumen kependudukan untuk membuktikan Mario ayahnya.

Namun, dia tidak menegaskan, apakah ayah kandung atau bukan.

Dokumen diperlihatkan adalah akta kelahiran, kartu keluarga, akta nikah, dan foto masa kecil.

Terkait dengan dokumen tersebut, Mario mengatakan, "Kiswinar, you banggakan kertas (dokumen kependudukan) itu. Padahal you sendiri katakan you bukan anak saya. How can you do that (bagaimana bisa kamu lakukan itu)?"

Orang Bugis

Pada kesempatan berbeda, pada Senin (5/9/2016), melalui akunnya pada media sosial ask.fm, Ario sempat mengungkap asal-usulnya.

Hal tersebut diungkap guna menjawab pertanyaan sebuah akun, "Mas Kis orang Jawa mana, kalau boleh tau?"

Dijawab Ario, "Campur banget. Dari bokap Malang-Bugis. Dari nyokap Solo-Madura. Nah tuh gimana."

Bokap terjemahannya adalah ayah, sedangkan nyokap adalah ibu.

Terlepas dari apakah Mario adalah ayah kandung Ario atau bukan, Mario kerap mengungkapkan jika dirinya berdarah Bugis.

Ada yang pernah mengira, Mario adalah orang Jawa, ini karena dialeknya.

Padahal, Mario sebenarnya orang Bugis asal Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

Ia "mengklarifikasi" identitasnya itu pada Seminar Motivasi, Bersama Wujudkan Impian yang digelar Bosowa Corporation di Hotel Aryaduta, Makassar, Jumat (22/2/2016).

Lahir dari rahim wanita Bugis bernama Sitti Maria di Rappang, 5 Maret 1956.

Ayahnya bernama Gozali Teguh.

Mario menghabiskan masa kecilnya di Sidrap, kabupaten berjarak sekitar 170 kilometer dari Kota Makassar, ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan.

Hidup di kampung, jauh dari kota besar, keluarga sederhana, memotivasinya untuk merantau agar dapat mengubah hidupnya.

Sebagai lelaki berdarah Bugis, Mario mengaku nekat merantau hanya bermodal keberanian (warani).

"(Saya) anak kecil keturunan Bugis ini berani ke Jakarta menjadi pembicara publik didengarkan jutaan orang, keberanian nggak," tuturnya disambut aplaus meriah hadirin, termasuk sang istri, Linna Teguh saat memperkenalkan diri.

Mario bernama lengkap Sis Maryono Teguh.

Sejak tahun 1975, ia menggunakan nama lainnya di KTP dan paspor, Drs Mario Teguh MBA.

Dari pernikahannya dengan Linna, dikarunai putra dan putri, Audrey Teguh dan Marco Teguh.

Keduanya menggunakan fam.

Sis Maryono Teguh punya arti.

"Teguh ayah Saya. Sis saya ambil dari Asma'ul Husna, Al 'Aziiz, Ma itu Maret, Ono itu ada, lahir pada Maret," sebut alumnus New Trier West High, Chicago, Amerika Serikat ini.

"Mario dalam bahasa Bugis itu ternyata artinya gembira," katanya.

Nama lengkapnya pula digunakan untuk mengantarkan dirinya meraih beasiswa ke Chicago di sekolah setara dengan SMA.

Selama berada di Negeri Paman Sam, Mario selalu main basket, namun menjadi masalah karena dirinya kurang tinggi.

Di situlah ia selalu berteriak menggunakan kata pertama pada nama lengkapnya, Sis.(*)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved