Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pengakuan Anak Mario Teguh

Hasilnya Mencengangkan, Mbah Mijan Larang Mario Teguh dan Ario Kiswinar Tes DNA

Motivator, Mario Teguh menantang Ario Kiswinar Teguh melakukan tes DNA guna membuktikan apakah Ario anak kandungnya atau bukan.

Editor: Edi Sumardi
DOK PRIBADI/ARIO KISWINAR TEGUH
Aryani Seonarto dan Ario Kiswinar semasa balita 

TRIBUN-TIMUR.COM - Motivator, Mario Teguh menantang Ario Kiswinar Teguh melakukan tes DNA guna membuktikan apakah Ario anak kandungnya atau bukan.

"Kalau saya tidak mengerti hasil dari tes, saya tidak mengundang dia. Come on. Yuk, kita lihat. Yuk, kita tes DNA (deoxyribonucleic acid atau asam deoksiribonukleat). Jangan lari-lari lagi. Sehingga kamu (Ario) tidak mengatakan yang seperti itu. Kamu buktikan, ibumu juga buktikan," kata Mario di stasiun televisi Kompas TV, Jakarta, Jumat (8/9/2016).

Bukan hanya sekali Mario menantang Ario tes DNA.

"Sewaktu Ario umur 17 tahun, saya minta tes DNA berkali-kali, tapi tak diindahkan," kata Mario bernada kecewa.

Sebelumnya, saat menjadi narasumber pada reality talkshow Hitam Putih yang disiarkan Trans 7, Ario membawa akta kelahiran, kartu keluarga, dan akta nikah sebagai bukti jika Mario ayahnya.

Lalu, saat dimintai tanggapannya sebagaimana ditayangkan Kompas TV, Ario kini menyikapi dingin tantangan tersebut.

Katanya, dia memilih akan berdiskusi dengan keluarga terlebih dahulu sebelum meladeni.

"Ini didiskusikan dulu bagaimana cara yang baik dengan semua, supaya terukur bisa disahkan. Perkara sifatnya teknis kalau hasilnya keluar itu fair buat semuanya," ujar Ario di tempat berbeda.

Apabila dilakukan tes DNA, maka hasilnya akan mengungkap fakta baru soal siapa sesungguhnya ayah kandung Ario.

Pada kesempatan berbeda, paranormal Mbah Mijan meminta Mario dan Ario tidak melakukan tes DNA.

Permintaan tersebut disampaikan melalui akunnya pada Twitter @mbah_mijan, sesaat setelah Mario blak-blakan melalui Kompas TV.

"MT dan AKT menurut saya, tidak perlu test DNA, sebab dalam vision saya, mereka memang sedarah. Kalau sampai MT berani test DNA, bisa fatal." demikian kicauan @mbah_mijan.

Entah apa penyebab paranormal tersebut memprediksi hasil tes DNA berpotensi fatal.

Mbah Mijan yakin jika Ario dan Mario sedarah berdasarkan dari penerawangannya.

"Saya meyakininya, kalau AKT adalah anak kandung MT walaupun hingga kini tak diakui, ini masalah pribadi biarkan mereka menyelsaikan sendiri." kicaunya.

Sebagian netizen tetap mendorong dilakukannya tes DNA sebagai cara ilmiah agar polemik soal siapa ayah Ario berakhir.

Pentingnya Tes DNA

Dikutip dari Alodokter.com, tes DNA adalah prosedur yang digunakan untuk mengetahui informasi genetika seseorang. 

Dengan tes DNA, seseorang bisa mengetahui garis keturunan dan juga risiko penyakit tertentu.  

DNA akan membentuk materi genetika yang terdapat di dalam tubuh tiap orang yang diwarisi dari kedua orangtua.

Mencari informasi genetika                                                           

Hasil dari tes genetika dapat mengonfirmasi ada atau tidaknya kondisi genetika, membantu menentukan risiko seseorang mewarisi penyakit genetika, dan lain sebagainya.

Uji pra-implantasi

Bertujuan mendeteksi perubahan pada embrio yang terbentuk dengan teknik tertentu, seperti fertilisasi in-vitro (FIV).

Untuk melakukan pengujian ini, bagian kecil dari sel telur yang sudah dibuahi di luar rahim akan diambil. Kemudian diperiksa untuk ketidaknormalan genetika tertentu.

Hanya embrio yang sehat yang akan dimasukkan ke dalam rahim sebagai upaya kehamilan.

Uji pra-kelahiran

Tes ini dianjurkan bagi mereka yang bayinya berkemungkinan lebih tinggi mengalami kondisi genetika tertentu.

Namun, tes ini tidak bisa mendeteksi semua penyakit.

Contoh uji DNA pra-kelahiran adalah melalui amniosentesis atau chorionic villus sampling.

Memantau bayi yang baru dilahirkan 

Deteksi dini ini dilakukan segera setelah bayi baru lahir untuk mengetahui kemungkinan adanya penyakit genetika yang dapat diatasi sejak awal.

Misalnya gangguan pada metabolisme, yaitu kondisi fenilketonuria.

Diagnosis kondisi genetika

Digunakan untuk mengidentifikasi atau mengesampingkan kondisi genetika tertentu jika bayi atau seseorang memiliki gejala tertentu, misalnya sindrom down.

Uji pembawa atau carrier testing

Untuk mengetahui apakah seseorang memiliki gen untuk kondisi tertentu yang mungkin akan dituruni kepada anak-anaknya.

Informasi seperti ini dapat bermanfaat dalam membantu pasangan menentukan keputusan mereka terhadap kehamilan terkait kemungkinan kondisi genetika tertentu.

Uji prediksi

Dimanfaatkan untuk mendeteksi mutasi genetika yang terkait dengan penyakit yang bisa muncul bertahun-tahun setelah lahir.

Pengujian seperti ini dapat membantu keluarga yang memiliki kelainan genetika, namun belum mengalami gejala saat ini.

Uji prediksi ini dapat menunjukkan mutasi gen yang meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi genetika.

Informasi ini berguna, terutama jika Anda memiliki orang tua atau saudara dekat dengan penyakit ini.

Manfaatkan untuk tindakan pencegahan atau perencanaan proses pengobatan.

Uji forensik

Menggunakan serangkaian DNA untuk mengidentifikasi seseorang untuk kepentingan hukum.

Berbeda dengan pengujian lain, uji forensik tidak digunakan untuk memeriksa mutasi gen terkait penyakit.

Pengujian ini dapat digunakan untuk mengetahui identitas orang tua dari seorang anak.

Juga untuk mengidentifikasi dari sisa tubuh yang disebabkan bencana, seperti kebakaran atau tsunami.

Uji Parental

Pengujian genetika jenis ini menggunakan penanda DNA khusus  untuk mengidentifikasi pola yang sama atau serupa antara individu terkait.

Hal ini berdasar fakta, tiap orang mewarisi setengah DNA  dari masing-masing orangtua.

Peneliti akan menguji kecocokan urutan DNA individu dengan beberapa penanda diferensial untuk mengetahui hubungan kekerabatan.(*)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved