Surat Sakit dari Rahing Kepada Guru Jadi Viral, Guru Pun Langsung Balas Begini
Pembaca surat didugah emosinya agar menaruh empati kepada Rahing.
Assalamu Alaikun Wr. Wb,
Alangkah indahnya pagi ini, matahari bersinar dengang terang. Burun-burun pung bernyanyi dang senan. Bunga-bunga di tamang semerbak mewangi dang bermekarang. Tapi ibara’ bunga ada satu yan layu, yaitu Rahing. Hari ini dia tida’ bisa masu’ sekolah ka sakitki kasiang.
Sekiang dan Terima kasih
Bontonompo’, 7 September 2016
Oran tuana Rahing

[FOTO: SCREENSHOT]
Saat surat ini sedang viral, belum terungkap siapa sosok Rahing sesungguhnya.
Betulkah masih ada orangtua peserta didik mengirim surat kepada guru kala hampir semua orang memiliki telepon genggam dan tak sedikit mampu mengurim surat via e-mail.
Dalam pergaulan di kalangan generasi millennial dan net generation di Sulawesi Selatan, “Rahing” kerap digunakan sebagai kata ganti untuk (maaf) orang lugu, telat mikir, kampungan, dan sebagainya.
Jika ditelaah, kemungkinan Rahing adalah tokoh fiksi seperti Mukidi yang sedang fenomenal.
Surat orangtua Rahing menjadi viral selang sekitar sepekan pascakisah humor Mukidi juga viral.
Jika penulis kisah humor Mukidi terungkap, yakni Soetantyo Moechlas, lain halnya dengan penulis surat orangtua Rahing yang masih menjadi misteri.
Saat penulis asli surat belum terungkap, kini muncul balasannya mengatasnamakan guru.
Dalam surat balasan, bahasa digunakan pun bahasa berlogat Makassar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/surat-sakit-dari-rahing-tulisan-tangan_20160909_173708.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rahing-1_20160909_004351.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rahing-2_20160909_004556.jpg)