Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sejarah Es Putar Makassar, Ternyata Peninggalan Penjajah Belanda

Es putar kerap dianggap sebagai es tradisonal Makassar.

Tayang:
Penulis: Muh. David Aritanto | Editor: Ina Maharani
TRIBUN TIMUR/MUH DAVID ARIANTO
penjual Es Putar di Jl Somba Opu Makassar 

Laporan Wartawan Tribun Timur Moeh David Aritanto

TRIBUN-TIMUR.COM - Disepanjang kawasan pusat perdagan emas di Jl Somba Opu Makassar berjejer penjual Es Putar.

Es putar kerap dianggap sebagai es tradisonal Makassar. Kerap dijajakan keliling kota memakai gerobak. Tetapi tahu anda, sejarah asal mula hadirnya es putar di Makassar?

Sandy, salah seorang penjaja es putar secara turun temurun dan kini kerap mangkal di Jl Somba Opu perempatan Jl Ranggong Makassar mengatakan, es putar adalah peninggalan penjajahan Belanda.

Cerita ini, Sandy peroleh dari bapaknya yang juga pedagang Es Putar.

Seiring waktu, es putar juga mengalami modifikasi untuk menghasilkan cita rasa.

Es Putar dulu berbeda dengan dengan yang umum dijual sekarang. Kata Sandy, dulu es putar hanya terbuat dari tepung kanji dilengkapi tape. Yang sekarang kita lengkapi kacang, alpukat hingga irisan nangka.  (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved