Kakek Pagandeng Ubi Ini Menangis Diminta Ganti Rugi Mobil Kepsek di Gowa
Kakek pagandeng ini kehilangan kendali dan menabrak mobil sedan yang terparkir
Penulis: Waode Nurmin | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin
TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Daeng Nyarrang tidak kuasa meneteskan air mata saat didesak oleh puluhan kepala sekolah dan guru, lantaran diminta ganti rugi atas mobil yang tidak sengaja dia tabrak, di depan SD Rappokaleleng, Jl Poros Gowa-Takalar, Kecamatan Bontonompo, Gowa, Sabtu (3/9/2016).
Kejadiannya sekitar pukul 10.00 wita. Mobil milik salah satu kepala SD di Bontonompo bernama Mappeseleng itu awalnya terparkir di pinggir jalan depan sekolah.
Jalan sempit dan bergelombang membuat laju pengendara harus berhati-hati. Namun Na'as ditengah kehati-hatian Daeng Nyarrang, tiba- tiba angkutan umum antar daerah menyelip dengan kecepatan tinggi. Kakek pagandeng ini pun kehilangan kendali dan menabrak mobil sedan yang parkir di pinggir jalan utama .
Daeng Nyarrang pun digiring masuk ke dalam sekolah dan didesak untuk ganti rugi kaca lampu stop sebelah kanan dan ban kempes milik Mappeseleng.
Merasa tidak bisa mengganti uang senilai Rp 3 juta seperti yang diminta Mappeseleng, kakek pagandeng ini pun hanya bisa meneteskan air mata.
Dia pun mengatakan harga dagangan yang dia punya hanya Rp 65 Ribu. Itupun harus dia jual di pasar terlebih dahulu.
Namun beberapa orang berpakaian batik rapi yang diduga guru dan kepsek mendesak berapa kemampuan kakek tersebut. Ditambah mereka menekan bahwa kakek ini tak memiliki SIM dan tetap bersalah ketika dibawa ke polisi.
Mappeseleng pun menyebutkan kaca lampu stop ini harus dibeli satu paket (kiri- kanan) tambah ban tanpa ban dalam belakang kempes akibat tertusuk pedal motor. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kapa2_20160903_182859.jpg)