Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bukan Polisi, tapi Ternyata Inilah Orang-orang Paling Bahagia saat Gatot Brajamusti Ditangkap

Ketika orang terdekat dan tercinta dari Gatot merasakan duka, justru mereka merasakan suka.

Tayang:
Editor: Edi Sumardi
WARTA KOTA/NUR ICHSAN
Gatot Brajamusti 

Pengajian diselenggarakan di padepokan pun disebut sebagai pengajian fiktif sebab ada sesuatu hendak disembunyikan dari publik, yakni pesta narkoba.

"Ya pada nyabu!" kata Rency.

"Tapi saya sendiri tidak pernah pakai itu sedikitpun," kata Rency menegaskan.

Rency menyebutkan jika Gatot punya istilah sendiri terkait sabu yang diduga sering ia gunakan di padepokannya.

Bahkan, Rency menegaskan, Gatot pernah menjelaskan bagaimana cara memakai benda itu dengan caranya.

Dan, apa yang dilakukan Gatot adalah cara menggunkan narkotika jenis sabu.

"Dia bilang itu bukan sabu, tapi asmat. Asmat itu makanan jin katanya. Dia jelasin cara pakainya juga, kayak orang nyabu," kata Rency.

"Dia bahkan sempat mau keluarkan asap dari mulut dia ke mulut saya, disitu saya enggak mau, dan keluar dari sana (padepokan). Saya enggak tahu maksudnya dia apa mau keluarkan asap ke mulut saya," katanya.

Jika Rency bersuka cita Gatot ditangkap karena nyaris dijerumuskan adiknya, paranormal Adhi Kusuma alias Ki Kusumo bersuka cita karena organisasi Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) telah dibawa ke arah yang salah.

Selama dipimpin Gatot, Parfi dihuni sebagian pengurus yang bukan artis film.

Gatot, oleh Ki Kusumo, dianggap terlalu ambisius menjabat Ketua Umum Parfi sehingga berbagai cara cara ditempuh.

Satu di antaranya, saat pemilihan ketua, Gatot menggalang suara dari kalangan non-artis dan artis junior yang kurang mengenal Parfi malah dirangkul.

Ki Kusumo pun merencanakan sebuah kongres untuk merebut kembali Parfi.

“Kenapa kami berkumpul dan merencanakan sebuah kongres karena kami melihat Parfi sudah tidak berjalan pada relnya. Namanya Parfi, isinya siapa? Nah, ini yang sudah salah kaprah bahwa dalam kongres-kongres kemarin dan kepengurusan kemarin artisnya hilang,” kata Ki Kusumo dalam konferensi pers di kantor Parfi, Kuningan, Senin (29/8/2016).

Bertujuan untuk kembali merebut Parfi dari tangan dianggap salah, Ki Kusumo dan rekan-rekan artis senior lainnya ingin mengembalikan Parfi ke khitahnya, yaitu Parfi 1956.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved