Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pimpin PKPI, Jenderal Hendropriyono akan Ubah Peta Politik Indonesia

Hendro, jelas Arqam, adalah sosok militer senior yang direpresentasikan dekat dan jadi bumper politik Jokowi.

Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Anita Kusuma Wardana
TRIBUN TIMUR/ABDUL AZIS
Pengamat politik Unismuh, Arqam Azikin 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Jenderal (Purn) Abdullah Machmud Hendropriyono (71), Sabtu (27/8/2016), didapuk secara aklamasi menjadi Ketua Umum DPN Partai Keadilan, dan Persatuan Indonesia (PKPI) di Kongres Luar Biasa di Hotel Millenium, Jakarta.

Pengamat Politik Militer dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Arqam Azikin, berpendapat kepemimpinan Jenderal TNI kelahiran Yogyakarta itu, akan mengubah landscape politik Indonesia, khususnya menjelang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019 mendatang.

"PKPI itu memang partai kecil, tapi Kehadiran Jenderal Edo akan membuat keseimbangan politik baru sipil -Militer di Indonesia," ujar Arqam di sela-sela menghadiri resepsi HUT 22 Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Makassar di Hotel Four Points by Sheraton, Jl Landak Baru No 131, Rappocini, Makassat, Minggu (28/8/2016) malam.

Keseimbangan politik yang dimaksud Arqam, adalah bertambahnya jenderal TNI yang jadi ketua Umum Partai.
Jenderal (purn) Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat, lalu Mayjen (purn) Prabowo Subianto di Partai Gerindra, dan Jenderal (purn) Wiranto di Partai Hanura adalah tiga jenderal yang mewarnai politik pascaterpilihnya Jokowi-JK di Pilpres 2014.

Hendro, jelas Arqam, adalah sosok militer senior yang direpresentasikan dekat dan jadi bumper politik Jokowi.

"Jokowi sudah punya Jenderal LBP (Luhut Binsar Panjaitan) di Golkar, ada juga Wiranto yang baru dilantik jadi Menko Pertahanan, Nah, masuknya Jenderal Edo di PKPI dan akan menambah amunisi backup politik berbasis militer Jokowi," ujarnya.

Arqam juga melihat, masuknya Jenderal Edo di PKPI sekaligus mengkonfirmasikan, barisan jenderal senior TNI AD setelah Mayjen (TNI) Sutiyoso yang kini jadi Kepala BIN, juga akan berada di belakang Jokowi.

"Ini isyarat kuat juga bagi Megawati dan barisan jenderal di PDIP, bahwa kesan Jokowi yang bisa didikte oleh Megawati perlahan akan pupus," kata Arqam.

Sebelumnya, dua kubu dari Jenderal (purn) AM Hendropriyono dan Mayjen TNI (purn) Haris Sudarno sama-sama mengklaim menjabat sebagai ketua umum PKPI

"Pada kongres di Jakarta pada tanggal 22-23 Agustus saya terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum PKPI," ujar Haris Sudarno kepada wartawan Minggu (28/8/2016).

dalam situs resmi pkpi.or.id dituliskan Hendropriyono didapuk menjadi ketua umum pada kongres yang berlangsung di Jakarta pada 27-29 Agustus 2016. Hendropriyono terpilih secara aklamasi dalam kongres itu.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved