Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

BBPJN Sumbang Rp 21 Miliar ke Pemkot Makassar, untuk Pembangunan Middle Ring Road

Namun untuk pengerjaannya, itu dilakukan secara bertahap. Khusus di tahap awal, ini akan dikerjakan hanya 3 Km.

Tayang:
Penulis: Saldy Irawan | Editor: Ina Maharani
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Progress proyek pembangunan middle ring road atau jalan lingkar tengah di Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Rabu (10/2/2016), saat dipantau dari udara menggunakan drone. Jalan ini rencananya sepanjang tujuh kilometer, namun pengerjaannya dilakukan secara bertahap menggunakan anggaran dari APBN senilai Rp 219 miliar. Khusus pada tahap awal, ini akan dikerjakan hanya tiga kilometer dimulai dari Jl Perintis Kemerdekaan, tembus Jl Dr Leimena, Jl Tello Baru, dan Jl Batua. 

Lantai dasar proyek yang dimulai dari Jl Perintis Kemerdekaan ini, sudah dibeton.

Sejumlah alat berat pun nampak merata tanahkan gundukan tanah yang ada di kawasan jalur masuk proyek Midle.

Terpisah, Sekretaris Daerah Makassar Ibrahim Saleh memberikan keterangan berbeda dari BBPJN.

Ia menyebutkan Pemkot Makassar tidak memiliki hak penuh atas pembebasan lahan proyek middle ring road, sehingga pihaknya tidak menganggarkannya.

Namun karena proyek ini dilaksanakan di Makassar, secara koperatif Pemkot Makassar menjadi penengah antara BBPJN dan pemilik lahan.

"Saya sudah pertemukanmi sama warga, tapi tidak pernah ada eksekusi," kata Ibe sapaan Sekda Makassar.

Menurutnya kondisi ini sangat memprihatinkan, sebab tidak adanya percaya diri yang diperlihatkan pihak BBPJN dalam menuntaskan pembebasan ini.

"Perlu diketahui Pemkot Makassar hanya bisa jadi penengah. Soal bayar pemilik lahan, bukan wewenang kami," Ibe menambahkan.

Sebelumnya, Asisten Satker Jalan Metropolitan Rachmat Fajar mengakui, pengerjaan fisik proyek middle ring road ini hanya bisa diselesaikan hinggga di pembangunan jembatan saja.

Pasalnya, proses pembebasan lahan di jalur sebelah jembatan masih berstatus sengketa sehingga belum dibebaskan.

Diketahui, jembatan yang dimaksud ini berada di jalur depan Kampus STIMIK Dipanegara dan tembus di kawasan Jl dr Leimena, Kelurahan Tello Baru, Panakkukang, Makassar.

Menurutnya, jika tetap melakukan pengerjaan proyek diatas lahan bermasalah, itu akan berakibat fatal.

Diketahui panjang proyek ini sekitar 7 Km.

Namun untuk pengerjaannya, itu dilakukan secara bertahap. Khusus di tahap awal, ini akan dikerjakan hanya 3 Km.

Di dalam pengerjaan fisik yang digelontorkan dari dana APBN, proyek ini memakan biaya sebesar Rp 219 Milliar. Ini diperuntukkan hanya untuk pembangunan fisik.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved