BKSP Sulsel Target Percepat Kompetensi di Sulsel
BSKP Sulsel adalah perpanjangan tangan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Jakarta untuk melakukan program kerja
Penulis: Arif Fuddin Usman | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Arifuddin Usman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Sulawesi Selatan. Dr Ir HAM Yusran Paris MBA melakukan audiensi ke Dinas Kelautan Perikanan (DKP) dan Dinas Tenaga Kerja - Transmigrasi (Disnakertrans) Sulsel, Jumat (19/8/2016).
Pada audiensi tersebut, Yusran Paris yang juga anggota DPRD Sulsel ini didampingi Sekretaris BKSP Sulsel Affandy Gusman, Ketua LSP Politani Pangkep Andi Yuslim Patawari, dan Ketua Forum Asesor Kelautan Perikanan Indonesia Timur Andi Asdar Jaya.
Dikutip dari rilis yang diterima tribun-timur.com, Yusran Paris mengajak, kedua dinas tersebut untuk bersinergi program dengan BKSP dalam pelaksanaan sertifikasi profesi. Selain juga dalam rangka persiapan Pelantikan Pengurus BKSP Sulsel.
“Pada kunjungan ini kami mengajak DKP dan Disnaker untuk melakukan sinergi program dalam pelaksanaan sertifikasi profesi tenaga kerja profesional menuju sulawesi kompeten,” kata Yusran Paris, Jumat (19/8/2016).
BSKP Sulsel adalah perpanjangan tangan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Jakarta untuk melakukan program kerja, di antaranya membantu pendirian lembaga sertifikasi profesi (LSP) di Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Politeknik Pertanian Negeri Pangkep (PPNP) A Yuslim Patawari menambahkan, di era pasar bebas ASEAN seperti sekarang ini, semua tenaga profesional harus berpacu menjadi pekerja kompeten.
“Tadi kami audiensi ke Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Kelautan Perikanan. Kami mengajukan program pembukaan LSP-LSP baru untuk memburu target tenaga kerja di Sulsel memiliki strandar kompetensi demi Indonesia kompeten,” kata Yuslim.
Yuslim pun berharap dengan bersinerginya LSP-LSP yang ada di Sulsel dalam naungan BKSP Sulsel bakal makin solid untuk melakukan kegiatan sertifikasi kompetensi. “Dengan bergabungnya asesor dan LSP yang ada di Sulsel, maka kita semakin siap untuk menghadapi MEA,” jelasnya. (*)