495 Kasus Perceraian di Sidrap dalam 7 Bulan Terakhir

Ini data Pengadilan Agama (PA) Sidrap, terhitung dari Januari sampai Juli 2016.

495 Kasus Perceraian di Sidrap dalam 7 Bulan Terakhir
Fathin/tribunsidrap.com
Panitera Muda Dra Hj Asirah (jilbab) di Kantor Pengadilan Agama Sidrap, Jumat (5/8/2016). 

TRIBUNSIDRAP.COM- Ada 495 perkara perceraian di Kabupaten Sidrap dalam waktu tidak cukup setahun.

Ini data Pengadilan Agama (PA) Sidrap, terhitung dari Januari 2016 sampai Juli 2016.

"Kasus cerai gugat sebanyak 384, dan kasus cerai talak 111 kasus," kata Paniter Muda Dra Hj Asirah kepada tribunsidrap.com, di kantor PA Sidrap, Jumat (5/8/2016).

Sudah 282 perkara cerai gugat yang diputuskan PA. Delapan perkara yang dicabut.

Sedangkan cerai talak dari 111 kasus cerai talak baru 79 yang diputus. Enam perkara dicabut.

Menurut Asirah, banyaknya kasus perceraian di Sidrap yang diajukan istri karena alasan suami tidak bertanggung jawab.

"Akhlak, adanya pihak ketiga dan menikah di usia dini," ujar Asirah 

Kasus perceraian yang diterima PA Sidrap pada tahun 2015 yakni 936 perkara.

Perkara itu terbagi 776 perkara gugatan dan 160 perkara permohonan.

Total kasus perceraian yang diterima PA Sidrap pada 2015 mencapai 1037 perkara.

Itu adalah "tunggakan" perkara tahun 2014 sebanyak 101 kasus.

"Sehingga dengan prosentase 93,15 persen perkara yang diselesaikan. Laporan jumlah perkara perdata yang diterima 936 dan jumlah laporan perkara yang diputuskan sebanyak 966," jelas Aisriah. (*) 

Penulis: St. Fathin Hamidah
Editor: Ilham Mangenre
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved