Bahan Makanan Penyumbang Utama Inflasi di Bone
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bone, Sulsel juga mencatat kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 119,46 pada bulan Juni 2016
Penulis: Justang Muhammad | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG BARAT - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bone, Muh. Asri Lantong, mengatakan, terjadi inflasi 0,29 persen pada Juli 2016 di Bone disebabkan oleh sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga.
"Inflasi di kota Watampone terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok-kelompok barang dan jasa utamanya kelompok bahan makanan 0,71 persen,"kata Muh. Asri Lantong saat ditemui triibunbone.com di Kantor BPS, Jl. Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Selasa (2/8/2016).
Berdasarkan rilis data BPS No.08/08/Th.2016, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau penyumbang inflasi sebesar 0,16 persen. Perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,07 persen. Adapun sandang sebesar 0,64 serta pendidikan, rekreasi dan olah raga 0,14 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bone, Sulsel juga mencatat kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 119,46 pada bulan Juni 2016 menjadi 119,81 pada Juli 2016.