Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pesona Hutan Mangrove Pulau Panikiang Barru, Melihat Langsung Habitat Kalelawar

Tempat ini merupakan daerah yang memiliki hutan mangrove terbaik di Sulsel.

Penulis: Ira Irmayansari | Editor: Mahyuddin
Pesona Hutan Mangrove Pulau Panikiang Barru, Melihat Langsung Habitat Kalelawar - pulau-panikiang_20160723_214556.jpg
TRIBUNTIMUR/IRAMA
Pulau Panikiang merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Barru yang menawarkan segala keunikan.
Pesona Hutan Mangrove Pulau Panikiang Barru, Melihat Langsung Habitat Kalelawar - pulau-panikiang_20160723_214642.jpg
TRIBUNTIMUR/IRAMA
Pulau Panikiang merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Barru yang menawarkan segala keunikan.
Pesona Hutan Mangrove Pulau Panikiang Barru, Melihat Langsung Habitat Kalelawar - pulau-panikiang_20160723_215402.jpg
TRIBUNTIMUR/IRAMA
Pulau Panikiang merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Barru yang menawarkan segala keunikan.
Pesona Hutan Mangrove Pulau Panikiang Barru, Melihat Langsung Habitat Kalelawar - lomba-fotografi-barru_20160723_174945.jpg
TRIBUNTIMUR/IRAMA
Blue Forest menggelar lomba fotografi dan blog di Pulau Panikiang, Desa Madello, Kecamatan Balusu, Sabtu (23/7/2016).
Pesona Hutan Mangrove Pulau Panikiang Barru, Melihat Langsung Habitat Kalelawar - lomba-fotografi-barru_20160723_174948.jpg
TRIBUNTIMUR/IRAMA
Blue Forest menggelar lomba fotografi dan blog di Pulau Panikiang, Desa Madello, Kecamatan Balusu, Sabtu (23/7/2016).

TRIBUNBARRU.COM, BALUSU - Pulau Panikiang merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Barru yang menawarkan segala keunikan.

Pulau tersebut berada di Dusun Panikiang, Desa Madello, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru.

Sebuah pulau yang dihuni 70 KK atau sekitar 185 penduduk.

Tempat ini merupakan daerah yang memiliki hutan mangrove terbaik di Sulsel, karena satu-satunya tempat yang mempunyai banyak jenis tumbuhan mangrove.

Sedikitnya 17 jenis tanaman mangrove yang terhitung berdasarkan penelitian oleh salah satu mahasiswa Unhas tahun 2103 silam.

Sedangkan hutan mangrove di tempat lain umumnya ditumbuhi hanya tiga jenis saja.

"Termasuk jenis Ceriops decandra yang hanya Panikiang memilikinya di Sulsel," kata salah satu pemateri Aksan dari Blue Forest pada acara International Mangrove Day yang diselenggarakan di pulau tersebut, Sabtu (23/7/2016).

Hutan mangrove tersebut sekaligus menjadi habitat oleh segerombolan kelelawar.

Pengunjung bisa melihat kelelawar sedang tertidur dan bergelantungan di atas pohon mangrove pada siang hari.

Tempat ini sudah difasilitasi jembatan kayu yang merupakan akses untuk berkeliling di beberapa titik.

Salah satu titik terbaik untuk dinikmati adalah tumbuhan mangrove yang dekat dengan pantai, habitat kelelawar, menara, tambak warga, dll.

Tumbuhan bakau di pulau ini merupakan tumbuhan yang masih alami dan masih dijaga baik oleh warga setempat.

Selain unik sebagai tempat berfoto, tempat ini sangat nyaman untuk memanjakan mata, sekaligus mengagumi ciptaan Tuhan yang luar biasa indah.

Untuk mengakses pulau ini, pengunjung tinggal menyewa sebuah perahu yang dimuat untuk 60 orang.

Biasanya perahu disewa Rp 150 ribu sekali jalan.

Jika pengunjung bejumlah lima orang, perorang dikenakan Rp 30 ribu saja.

Namun, tarif biasa berubah tergantung pengemudi kapal.

Perahu berangkat di Pantai Sumpang Binangae, Kecamatan Barru.

Sekitar 20 menit perjalanan, pengunjung sampai di Dermaga Panikiang.

Pulau ini difasilitasi musala untuk beribadah.

Sebaiknya, pengunjung membawa bekal sendiri, karena masih jarang warung yang menjajakan makanan di pulau itu.

Terdapat beberapa rumah kosong yang merupakan hunian nelayan dari Mandar, Sulawesi Barat.

Konon orang Mandar akan kembali jika musim ikan sedang baik.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved