Ratusan Warga Pallangga Datangi Polres Gowa, Kapolres Keluarkan Kata 'Tembak'
Massa yang datang dengan mengendarai motor ini langsung ditemui oleh Kapolres Gowa, AKBP Rio Indra Lesmana, yang sudah menunggu kedatangan warga.
Penulis: Waode Nurmin | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin
TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Ratusan warga dari Dusun Bungaejaya, Desa Kampili, Kecamatan Pallangga, mendatangi Mapolres Gowa, Jl. Syamsuddin Tunru, Rabu (20/7/2016) malam.
Massa yang datang dengan mengendarai motor ini langsung ditemui oleh Kapolres Gowa, AKBP Rio Indra Lesmana, yang sudah menunggu kedatangan warga.
Koordinator massa, Adnan, ketika tiba di depan Mapolres Gowa kemudian mengutarakan maksud dan tujuan mereka.
"Kami kesini tidak lain ingin mengetahui bagaimana perkembangan kasus pengeroyokan saudara kami, Supriadi Daeng Gau, yang sebelumnya babak belur karena diteriaki jambret. Apakah para pelaku sudah diamankan atau belum," katanya.
Rio yang langsung berdiri dihadapan massa kemudian mengambil toa dan menjelaskan jika dari empat pelaku, polisi sudah mengamankan satu yang diduga otak pengeroyokan.
Situasi sempat memanas lantaran ada oknum yang mencoba memprovokasi ketika Kapolres menyebut kata tembak.
"Saya kurang suka kalian datang disini teriak-teriak seperti itu. Saya siap mati disini, tapi kalian saya tembak," katanya melalui toa.
Mendengar itu, oknum warga sempat berteriak seolah menantang sehingga kapolres tersulut dan mengeluarkan kata-kata "keluarkan senjata" sambil memerintahkan anggota yang berada di dalam area polres.
Untungnya, situasi bisa diredam, meski kapolres meminta oknum tersebut tidak mencoba untuk provokasi warga lainnya.
Kapolres lalu kembali menjelaskan jika ingin melihat pelaku, polisi siap mengantar untuk membuktikan bahwa polisi sudah melakukan penangkapan.
Dua perwakilan keluarga lalu diantar ke ruang tahanan Unit Khusus untuk melihat satu dari empat pelaku yang menjadi otak pemukulan.
Setelah melihat, warga pun kembali dengan teratur. Mereka tetap meminta polisi untuk memproses pelaku sesuai hukum yang berlaku.
Mereka bahkan berjanji akan kembali dengan massa yang lebih banyak jika polisi coba-coba bermain uang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tribun-timurcom-large_20150428_150258.jpg)