Warga Seko Rela Tempuh Perjalanan Dua Hari Demi Pembangunan PLTA
Jarak Seko-Masamba 130 kilometer harus ditempuh warga selama dua hari dengan menghabiskan uang jutaan rupiah per orang
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Ratusan warga Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel, rela menempuh perjalanan dua hari sejauh 130 kilometer dari Kecamatan Seko ke Kota Masamba, ibukota Luwu Utara, demi bertemu Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, Selasa (19/7/16).
Niat warga ini bertemu bupati, untuk menyampaikan aspirasi mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Seko oleh PT Sekopower Prima.
Jarak Seko-Masamba 130 kilometer harus ditempuh warga selama dua hari dengan menghabiskan uang jutaan rupiah per orang, karena akses jalan yang berlumpur dan sulit dilalui.
Bayangkan saja, warga Seko yang ingin menyampaikan aspirasi di Kantor Bupati Luwu Utara, sudah harus berangkat dari kampung sejak Senin (18/7/2016) pagi dengan mengendarai motor yang sudah dimodifikasi.
"Warga rela ke Masamba dan menghabiskan uang pribadi mereka hanya untuk menyampaikan dukungan atas pembangunan PLTA kepada bupati dan anggota DPRD," kata Hendra Bangai, salah satu warga Seko yang ikut dalam unjuk rasa mendukung pembangunan PLTA Seko di halaman Kantor Bupati Luwu Utara, Jl Simpurusiang, Kelurahan Kasimbong, Kecamatan Masamba, Selasa (19/7/2016).
Aksi unjuk rasa itu dilakukan warga Seko sebagai aksi klarifikasi atas demo beberapa waktu lalu yang menolak pembangunan PLTA Seko.
"Yang menolak itu bukan orang Seko. Ini buktinya, kami orang asli Seko rela datang jauh-jauh untuk hanya untuk menyampaikan dukungan kami terhadap pembangunan PLTA," katanya.
Alasan warga Seko mendukung penuh pembangunan PLTA karena ingin melepaskan diri dari predikat wilayah terisolir.
Mereka sangat berharap, adanya PLTA yang ditaksir menelan anggaran hingga Rp 15 triliun bisa berdampak terhadap perbaikan jalan menuju Seko.
"Tahapan pembangunan PLTA baru sampai pada tahan survei. Jika hasil survei dampaknya sangat baik untuk daerah kami, kenapa tidak untuk dilanjutkan," kata Hendra.
Olehnya itu, mereka sangat menyayangkan sikap sejumlah oknum yang malah menolak pembangunan PLTA.
"Mereka mungkin tidak mau melihat Seko maju," tuturnya.
Pada aksi itu, sejumlah mahasiswa asal Seko yang kuliah di berbagai perguruan tinggi di Sulawesi Selatan ikut mendukung pembangunan PLTA Seko.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/seko_20160719_203832.jpg)