Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Orangtua Siswa Baru SMAN 5 Makassar Mengaku Dimintai Rp 4,5 Juta

Anto menjelaskan bahwa alasan perbaikan kantin tersebut oleh pihak sekolah yaitu agar supaya makanannya higenis dan kebersihan makanan dan kesehatan

Penulis: Munawwarah Ahmad | Editor: Ilham Arsyam
ALFIAN
Calon siswa beserta orangtua telah memadati lokasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 5 Makassar, Senin (20/6/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Munawwarah Ahmad

TRIBUN-TIMUR. COM, MAKASSAR- Meskipun dengan tegas Pemerintah kota Makassar melalui Peraturan Walikota Nomor 54 tahun 2014 tentang Sumbangan Sukarela Pendidikan Berkualitas telah dikeluarkan untuk mencegah tindakan pungli di lingkup sekolah, namun sepertinya pihak Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Makassar belum sepenuhnya menjalankan aturan tersebut.

Hal tersebut dapat dilihat dengan adanya laporan sejumlah orangtua siswa baru yang sebelum lebaran kemarin melakukan tes dan pendaftaran ulang. Mereka rata-rata mengeluhkan biaya seragam sekolah yang disediakan oleh pihak sekolah melalui koperasi yang dinilai kemahalan. Sementara di SMAN 5 Makassar yang beralamat di Jl. Taman Makan Pahlawan, diduga telah meminta uang sebesar 3,5 juta rupiah kepada setiap orangtua siswa baru yang lolos lewat PPDB jalur reguler.

Salah satu orangtua siswa Anto (samaran), mengaku bahwa istrinya yang saat itu kebetulan memenuhi undangan rapat orangtua siswa dan guru yang juga dihadiri Kepala SMAN 5, mengaku dimintai membayar sejumlah 3,5 juta. Alasannya untuk perbaikan kantin sekolah yang sebenarnya sudah ada dan bagus kata Anto.

"Itu hari saya tidak bisa hadir, jadi ibumi yang pergi ke sekolah. Sampai di rumah mengeluh pusing karena diminta bayar 3,5 juta pihak sekolah. Baru apaji, hanya untuk biaya perbaikan kantin sekolah. Padahal bagusji itu kantinnya", jelas Anto, Kamis (13/7/2016).

Lebih lanjut Anto menambahkan bahwa alasan perbaikan kantin tersebut oleh pihak sekolah yaitu agar supaya makanannya higenis dan kebersihan makanan dan kesehatan siswa terjaga selama berada di sekolah. Selain soal perbaikan kantin, Anto juga keluhkan soal sikap pihak sekolah yang belum juga transparan soal seragam sekolah.

"Seragam sekolah anakku 1 juta. Tapi pihak sekolah belum jelaskan apa saja itu isinya yang satu juta. Pusing kita sebagai orangtua siswa. Semahal ini kah sekolah di Negeri? Kita masukkan di Negeri dengan harapan murah ", jelas Anto.

Di SMAN 5, uang seragam tidak seperti di sekolah lainnya yang dikirim melalui Bank Koperasi milik sekolah, melainkan dibayar langsung di tempat.

Jika didasarkan pada permohonan yang diajukan pihak SMAN 5 Makassar, maka jumlah siswa barunya tahun ini berjumlah 432 yang berasal dari 12 rombel dikali 36 siswa. Dan jika dikalikan dengan permintaan sekolah yang 3,5 untuk perbaikan kantin, maka pihak sekolah memiliki pendapatan 1.512.000.000. Itu belum termasuk uang seragam.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved