Sudah 8 Tahun Warga Desa Paku Toraja Salat Tarawih di Rumah, Ini Alasannya
Kondisi ekonomi jamaah di desa itu tak mampu untuk mendirikan lagi masjid yang roboh.
Penulis: Yultin Rante | Editor: Mahyuddin
TRIBUNTORAJA.COM, MASANDA - Muslim di Desa Paku, Kecamatan Masanda, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, salat tarawih berjamaah di rumah salah satu warga.
Di desa tersebut ada sekitar 16 kepala keluarga atau 70 muslim dan muslimah yang menjalankan ibadah tarawih dari rumah ke rumah.
Kaum muslim di desa tersebut pernah memiliki masjid untuk tempat beribadah, namun masjid itu roboh diterjang badai delapan tahun silam.
Mesjid Nurul Hikmah adalah satu-satunya masjid di Desa Paku.
"Masjid kami didirikan tahun 1987 yang lalu, namun diterjang badai, hingga saat ini kami harus sabar dan tabah melaksanakan salat tarawih tiap tahun dalam keadaan sederhana dan apa adanya," ujar pemilik rumah yang digunakan sebagai tempat salat berjamaah, Ramli, Rabu (29/6/2016).
Kondisi ekonomi jamaah di desa itu tak mampu untuk mendirikan lagi masjid yang roboh.
Sebenarnya, sembilan kilometer dari Desa Paku terdapat masjid namun jarak itu dianggap terlalu jauh untuk dijangkau, apalagi jalannya beliku dan menanjak.
"Sampai sekarang belum ada bantuan pemerintah atau donatur untuk membantu kami membangun Mesjid ini", tambah Ramli.
Di Kecamatan Masanda terdapat tiga masjid saja.
Lokasi Mesjid itu 45 kilometer arah barat Ibukota Tana Toraja, atau sekitar tiga jam perjalanan darat.(*)