Tas dan Tikar Rajut Toraja Ada di Tonglo
Penjualan produk Sanggar Tenun Tonglo itu selain di Toraja dan Makassar, juga telah merambah sampai Kalimantan.
Penulis: Yultin Rante | Editor: Mahyuddin
TRIBUNTORAJA.COM, RANTETAYO - Warga Desa Tonglo, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, juga memiliki hasil kerajinan tangan.
Tak salah daerah itu disebut Kampung Tenun di bawah binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Tana Toraja.
Tas rajut hasil kerajinan warga Tonglo terbuat dari tali kur dengan lama pengerjaan tiga sampai empat hari, dan bahan tali kur ini didatangkan dari Makassar.
Harga tas rajut Toraja ini dari Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu, tergantung ukuran.
Untuk tikar Toraja terbuat dari tanaman tuyu atau sejenis tanaman padi dan dijual senilai Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu dengan lama pengerjaan lima hari.
Penjualan produk Sanggar Tenun Tonglo itu selain di Toraja dan Makassar, juga telah merambah sampai Kalimantan.
"Kendala kerajinan ini adalah pemasarannya," ujar Kepala Desa Tonglo, Daniel Tulak, kepada TribunToraja.com, Sabtu (28/5/2016).
Kerajinan tenun, tas, dan tikar khas Toraja ini juga ikut dipamerkan oleh Dekranasda Tana Toraja saat pameran Dekranas di Jakarta, minggu lalu.
Di Desa itu ada dua kelompok penenun di bawah binaan Dekranasda Tana Toraja.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kerajinan-tangan-toraja_20160528_190047.jpg)