MIWF 2016

MIWF Bahas Sosok Colliq Pujie di Unibos

Dalam dialog ini, dipaparkan tentang bagaimana perkembangan budaya tulis di kalangan masyarakat Sulawesi Selatan.

MIWF Bahas Sosok Colliq Pujie di Unibos
TRIBUN TIMUR/HASRUL
Rangkaian MIWF 2016 di Universitas Bosowa Makassar 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasrul

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Pesta literasi tahunan yang digagas rumata' Makassar International Writers Festival (MIWF) kembali digelar dengan konsep yang tidak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Hari kedua pelaksanaan MIWF digelar di beberapa titik khususnya di kampus yang turut mendukung kegiatan ini sebagai tempat pelaksanaan diskusi panel.

Universitas Bosowa (Unibos) menjadi salah satu kampus tempat pelaksanaan diskusi panel ini, dengan membahas Colliq Pujie, Kamis (19/5/2016).

Auditorium Aksa Mahmud Lantai 9, Gedung II Unibos menjadi tempat berkumpulnya para penggiat sastra dan mahasiswa serta masyarakat umum yang tertarik dengan salah satu tokoh fenomenal berdarah bugis, Colliq Pujie.

Ketua Program Studi Hubungan Internasional Unibos, Zulkhair Burhan menjadi moderator dalam diskusi ini dengan narasumber, Ahmad Saransi selaku Kepala Bidang Pembinaan dan Kerjasama Kearsipan dan Alwy Rachman akademisi dari Universitas Hasanuddin.

Dalam dialog ini, dipaparkan tentang bagaimana perkembangan budaya tulis di kalangan masyarakat Sulawesi Selatan.

Ahmad, menegaskan bahwa masyarakat Sulawesi Selatan pada dasarnya memiliki tradisi tulis yang kuat.

Dalam tradisi masyarakat Sulawesi Selatan sendiri, telah ada aksara Lontara Sulapa Eppa, Lontara Jangang-jangang, Lontara Arab Serang, dan Lontara Bilang.

Diperkenalkannya, Colliq Pujie adalah Juru tulis kerajaan Tanete yang juga adalah penulis Sure’ Baweng. Sure’ Baweng adalah salah satu naskah tua bugis yang ditulis dalam gulungan lontarak yang indah dan salah satu naskah terbaik yang dimiliki masyarakat bugis.

Colliq Pujie adalah tokoh bugis yang mengajarkan tentang kesederhanan dan perjuangan yang tiada henti. Dikisahkan tentangnya yang berjuang tanpa henti untuk mengubah nasib.

“Dalam kehidupan seperti sekarang ini, sebagai seorang mahasiswa harusnya kita mampu belajar dari sosok Colliq Pujie, tentang semangat dalam menuntut ilmu,” ungkapnya.

Kegiatan MIWF yang tahun ini mengangkat tema “Baca!” ini juga terselenggara atas kerja sama dengan Bosowa Foundation. (*)

Penulis: Hasrul
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved