MIWF 2016

Ini yang Bisa Dinikmati di MIWF 2016

Digelar pada 18-21 Mei 2016 di Fort Rotterdam Makassar, Sulawesi Selatan.

Ini yang Bisa Dinikmati di MIWF 2016
TRIBUN TIMUR/FAHRIZAL SYAM
Makassar International Writers Festival (MIWF) 2016, yang merupakan festival literasi terbesar di Indonesia Timur akan kembali digelar pada 18-21 Mei 2016 

Laporan Wartawan Tribun Timur Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Festival Literasi terbesar di Indonesia Timur, Makassar Internasional Writer Festival (MIWF) 2016 akan kembali digelar pada 18-21 Mei 2016 di Fort Rotterdam Makassar, Sulawesi Selatan.

Acara ini akan menghadirkan 61 orang penulis dan pembicara Indonesia dan mancanegara yang sudah malang melintang di dunia literasi, di antaranya, Dewi "Dee" lestari, Mira Lesmana, Eka Kurniawan, Alia Gabres, Deborah Immanuel, dan puluhan penulis lainnya.

Tak hanya menghadirkan penulis, ada juga program Big Ideas yang akan menghadirkan sembilan perempuan dari berbagai latar belakang.

"Mereka adalah perempuan yang telah mengambil langkah-langkah berani, bekerja bersama komunitas dengan ide-ide besar mereka," kata Founder dan Director MIWF, Lily Yulianti Farid.

Sembilan orang tersebut di antaranya Suciwati Munir yang membangun Museum HAM di Malang, Dinny Jusuf yang membawa tenun Toraja ke pentas-pentas internasional.
Ada juga pendukung Al Gore dalam upaya penyadaran pembelaan lingkungan dan iklim, Suzy Hutomo turut terlibat di festival ini untuk membagi pengalamannya dalam menyebarkan dan menyuarakan gaya hidup ramah lingkungan.

"Untuk tahun ini, peserta MIWF juga akan mendapatkan pengalaman baru di Twitter Corner. Melalui microblogging platform kita bisa menikmati sastra dengan menjelajahi aplikasi Twitter, bergabung #puitwit dan #LiTweetrature," jelas Lily.

Tak sampai di situ, MIWF juga menyiapkan ruang buat anak-anak, termasuk orang tua, guru dan pendidik, mereka akan turut belajar dan menikmati kekuatan mendongeng.

MIWF juga akan memperingati 10 tahun Pramoedya Ananta Toer dengan pentas Ontosoroh—dimotivasi oleh karakter Nyai Ontosoroh dalam Bumi Manusia, kolaborasi Ade Suharto (penari/koreografer) dan Peni Candra Tini (vokalis/komposer).

Dua malam berturut-turut, Ari Reda akan hadir menyanyikan puisi. Kemudian untuk pertama kalinya Silampukau tampil di Makassar dan akan mengisi panggung utama di Fort Rotterdam pada 20 Mei.

Di malam penutupan, juka akan ditampilan Theory of Discoustic, salah satu Band Indie terbaik versi Rolling Stone.

"Di malam penutupan MIWF, kita juga bisa menjadi saksi penyerahan penghargaan World Reader’s Award, sebuah penghargaan penulisan di HongKong untuk novel Cantik Itu Luka kepada Eka Kurniawan yang akan diserahkan langsung oleh Nury Vittachi, salah satu pembicara dan penulis yang juga ikut berbagi di MIWF tahun ini," terang Lily. (*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved