Anggaran DAK Dipotong, Syahrul Lobi ke Jakarta
"Saya sangat takut dilakukan pemotongan anggaran, saya lagi membujuk," kata Syahrul
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengakui masih melakukan lobi-lobi agar tidak ada pemotongan anggaran.
"Saya sangat takut dilakukan pemotongan anggaran, saya lagi membujuk," kata Syahrul, Jumat (22/4/2016)
Syahrul mengatakan Sulsel berkontribusi terhadap pangan masyarakat Indonesia. Sehingga, anggaran pembangunan irigasi dan empat bendungan besar jangan sampai dipotong.
"Saya lagi bargaining, kita kasi makan 250 juta orang. Makanya jangan potong itu irigasi, empat dam," ujarnya.
Ia mengakui, tidak mudah meyakinkan pemerintah pusat. Sehingga, lobi sangat penting dilakukan secara langsung di Jakarta.
"Ini kan gak gampang meyakinkan pemerintah pusat. Tentu saja lobi yang paling penting, bagaimana kita menjelaskan kepada mereka apa pentingnya semua ini," katanya.
Sebelumnya, Sekretaris Wilayah Pemprov Sulsel, Abd Latief membahas secara tertutup Surat Edaran Menteri Keuangan RI No.SE-10/MK.07/2016 tentang pengurangan/pemotongan DAK Fisik secara mandiri TA 2016 di ruang Sekda, Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (22/4/2016).
Rapat ini tertutup dari pukul 10.00 hingga 17.54 Wita.
"Saya juga tidak tahu isinya, coba tanya pak Sekda," kata Kadispenda Pemprov Sulsel, Tautoto Tanaranggina.
Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu'mang mengakui juga belum membaca surat edaran kementerian keuangan.
Namun, infonya dari internal Pemprov Sulsel, bahwa Pemerintah Pusat memotong anggaran 10 persen dari DAK yang rencana dialokasikan tahun ini. (*)