Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

'Menyesal Tak Memerkosa Pertama', Ucapan Capres ini Dikecam

Kasus pemerkosaan dan pembunuhan misionaris perempuan

Editor: Edi Sumardi
AP
Rodrigo Duterte 

Berdasarkan pengakuan Mary, setiap hari dia diperkosa sekali, bahkan terkadang lebih. 

Penderitaannya itu sempat tersiar di media, yang kemudian membuatnya dipindahkan ke sel lain.

Dia lalu menempati sel bersama para tahanan yang menunggu sidang atau mereka yang baru ditangkap.

"Namun, perlindungan itu pun tetap berlaku dengan imbalan seks," katanya. 

Selama masa penjaranya, Mary dilabeli sebagai narapidana berisiko.

Hal ini menyusul tiga kali upaya melarikan diri yang dilakukannya. 

"Itu artinya saya harus hidup dalam pengamanan maksimum dengan sebagian besar narapidana pelaku kekerasan," kata dia. 

"Saya tidak mencoba kabur untuk hal lain. Saya hanya ingin kabur dari kekerasan seks yang saya alami," kata dia.

Pengalaman hidup di Boggo, diakui Mary, merupakan yang terburuk dan paling keji yang pernah dia jalani.

Mary mengaku, selama empat tahun masa penjara, tak kurang dari 2.000 kali kekerasan seksual yang dialaminya. 

"Itu tindak pemerkosaan dan saya dicambuk, dihancurkan, dan saya melakukan itu untuk bertahan hidup. Namun, upaya bertahan hidup yang saya lakukan pada dasarnya cuma untuk kenikmatan narapidana lain," kata dia.

"Ini benar-benar neraka dan saya serasa mati. Inilah hukuman yang harus saya jalankan," kata dia.(sydney morning herald/news.com.au)

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved