Buku Bahaya Narkoba Beredar di SD Kabupaten Gowa

Dikdas Dikorda Gowa, Bachtiar mengaku tidak tahu tentang buku tersebut.

Buku Bahaya Narkoba Beredar di SD Kabupaten Gowa
TRIBUN TIMUR/WA ODE NURMIN
Sejumlah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Gowa kini memiliki koleksi buku baru yakni tentang narkoba , yang disimpan di perpustakaan sekolah. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Sejumlah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Gowa kini memiliki koleksi buku baru yakni tentang "narkoba", yang disimpan di perpustakaan sekolah.

Buku yang terdiri dari lima judul dengan pembahasan akan narkoba itu pasalnya sudah mulai diadakan disemester tahun lalu.

Buku pertama membahas tentang sejarah narkoba, kedua membahas Penyalahgunaan narkoba, dampak dan bahaya narkoba, Upaya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan narkoba, dan Tata cara merehabilitasi pecandu narkoba.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dikorda Gowa, Bachtiar, saat dikonfirmasi tribun, mengaku tidak tahu tentang buku tersebut.

"Maaf saya tidak tahu tentang buku narkoba yang beredar disekolah dasar, coba tanya ke manajer Dana Bos,"katanya lewat pesan singkat SMS, Selasa (12/4).

Tribun kemudian mencoba mencari informasi kepada Ketua Komisi IV DPRD Gowa, Asriady Arasi, selaku mitra kerja.

"Saya juga kurang tahu itu dinda. Baru saya dengar dan belum lihat yang bagaimana itu bentuknya, " katanya.

Informasi yang sedikit jelas baru didapatkan dari Kepala UPTD Kecamatan Somba Opu, Hasbi.

Menurutnya buku tersebut memang dibeli dari dana bantuan operasional sekolah (Bos) masing-masing sekolah.

"Tidak wajib ji dibeli. Hanya sekolah yang mau saja. Sekolah yang besar dan unggul saja biasanya yang beli. Di Somba Opu dari 48 lebih SD, hanya 10 saja yang beli, "katanya.

Namun, Hasbi mengatakan tidak mengetahui berapa harga buku perpaket tersebut. Dia juga mengaku tidak mengetahui rekanan pihak ketiga siapa yang melakukan jual beli dengan sekolah di Gowa.

"Saya tidak tahu juga karena itu langsung berhubungan dengan pihak sekolah. Saya hanya dapat laporan kalau ada yang mau beli, ya jadi saya bilang kalau memang penting ambil saja," katanya.

Dia juga membenarkan jika buku itu sudah mulai diadakan sejak sementara tahun lalu.

"Lama mi itu dari semester lalu. Sekolah juga bayarnya ada yang dua kali sampai lima kali. Menurut ku bagus ji karena itu bisa jadi referensi, apalagi sekarang bahaya narkoba sudah mulai menyasar anak sekolah. Akibatnya kan bagus bila diketahui sejak dini," ujarnya. (*)

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved