Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sudah Ikut Syuting di Amerika, Tapi Aktor Senior Ray Sahetapy Tidak Muncul di Film Captain America

Aktor senior Ray Sahetapy mengaku tidak tampil dalam film Captain America: Civil War yang akan dirilis pada 6 Mei 2016 mendatang

Editor: Ardy Muchlis
Kompas.com
Aktor senior Ray Sahetapy 

TRIBUN-TIMUR.COM - Aktor senior Ray Sahetapy mengaku tidak tampil dalam film Captain America: Civil War yang akan dirilis pada 6 Mei 2016 mendatang.

Hal itu diungkap Ray ketika Kompas.com menanyakan padanya apakah ia akan menghadiri tur promo film dengan bintang utama Chris Evans itu di Marina Bay Sands, Singapura, pada 21 April mendatang.

"Enggak datang. Bukan karena enggak dapat undangan, saya kan enggak ada di film itu," kata Ray saat dihubungi oleh Kompas.com, Sabtu (9/4/2016).

Ray enggan berkomentar lebih banyak tentang hal itu.

Begitu pula soal kapan ia mengetahui tentang ketidakmunculannya dalam film tersebut.

Ray mengaku sudah menjalani proses shooting selama dua hari di Amerika Serikat.

"Udah dong (proses shooting). Tanya ke merekalah (pihak produksi Captain America: Civil War)," kata Ray.

Kabar bahwa Ray ambil bagian dalam film tersebut diungkap pertama kali oleh Wulan Guritno melalui akunnya pada Twitter, pada 24 April 2015 lalu.

Pada kesempatan itu Wulan mengucapkan selamat kepada Ray yang terlibat dalam film salah satu superhero Marvel itu.

"Kabar gembira Ray Sahetapy sedang shooting utk Captain America III......sekarang sedang di Atlanta .....sangat2 banggaaa selamat om ray!" tulisnya di @wulanguritno.

Karier Ray

Sejak remaja, pria berdarah Maluku ini bercita-cita menjadi aktor, Demi mengejar impiannya, Ray meneruskan kuliah Institut Kesenian Jakarta pada 1977, seangkatan dengan Deddy Mizwar dan Didik Nini Thowok.

Ia lulus tahun 1988.

Film perdananya berjudul Majalah Gadis arahan sutradara Nya' Abbas Akup. Dalam film inilah Ray bertemu dengan Dewi Yull, istri pertamanya.

Setelah itu Ray bermain di film Kabut Ungu di Bibir Pantai, Dukun Ilmu Hitam (1981), Sejuta Serat Sutra (1982), Darah dan Mahkota (1983), Tirai Kasih, Secangkir Kopi Pahit, Hati Seorang Perawan, Pelangi di Balik Awan, Kerikil-Kerikil Tajam, Kabut Perkawinan (1984).

Lewat film Noesa Penida (1988) garapan Galeb Husen dan ditulis Asrul Sani ini, Ray dinominasikan sebagai aktor terbaik pada FFI 1989.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved