Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Irjen Arman Depari Datangi Rumah Sonya

Sebelum masuk ke rumah Sonya untuk mengucapkan

Tayang:
Editor: Ilham Arsyam
TRIBUNNEWS.COM
Irjen Pol Arman Depari dan Sonya Depari 

Dan, melihat penampilan awal korban, nampak bahwa ia memiliki potensi untuk dijadikan korban bullying.
Sebab, tidak semua orang memiliki kecantikan dan kemewahan seperti yang dimilikinya.

Jadi, kata Irna, ketika ditemukan perilaku yang tidak baik pada seseorang, maka hal itu menjadi jalan pembenaran untuk dilakukan bullying. Itu sebabnya orangtua harus mengajarkan kepada para remaja untuk lebih berhati-hati menyatakan pendapatnya di depan publik.

"Mereka tetap harus diajarkan sopan santun dan etika dalam bersikap, khususnya dalam media sosial. Dalam era keterbukaan seperti saat ini sepertinya setiap orang menjadi merasa memiliki kebebasan untuk menyatakan pendapat tanpa mempertimbangkan berbagai aspek yang menyangkut kesejahteraan psikologis korban," ujarnya.

Menurut psikolog senior ini, perilaku yang termasuk kategori cyber bullying sudah mulai memakan banyak korban.

Berbeda dengan model bullying konvensional yang hanya menyangkut aspek fisik (seperti dipukuli, ditampar), verbal (dihina, diejek, difitnah) serta bullying yang sifatnya relasional (mengisolasi dan mengajak orang lain untuk memusuhi korban).

"Bentuk cyber bullying bisa mencakup kesemuanya dan menjadi lebih berbahaya, karena pelaku tidak tampak dan seringkali tidak dikenal. Berbeda dengan bentuk bullying lainnya," katanya.

Selanjutnya, kata Irna, cyber bullying seringkali terjadi ketika ada seseorang yang memperlihatkan perilaku tertentu yang kemudian memancing reaksi orang banyak. Perilaku tersebut mungkin dianggap tidak pantas dilakukan.

Tetapi, katanya, seringkali dalam cyber bullying para haters atau likers pun kemudian menjadi sasaran bullying berikutnya.

Ia menjelaskan, hal ini terjadi, karena dalam setiap peristiwa senantiasa terdapat persepsi yang berbeda.

Dengan demikian ada sekelompok orang yang setuju dan ada sekelompok lain yang membenci.

"Ketika peristiwa tersebut bergulir dan kemudian memakan korban, seperti meninggalnya orangtua maka para netizen pun mulai mencari lagi kambing hitamnya, sehingga penyebar berita dianggap sebagai orang yang bersalah. Dalam masyarakat yang frustrasi seperti saat ini setiap orang cenderung menjadi mudah marah dan menganggap hal itu sebagai bentuk katarsis atau pelampiasan dari emosi-emosi negatif yang ada pada dirinya," katanya.

Siapa Arman Depari Sebenarnya?

Nama Arman Depari kini menjadi perbicangan.

Ia adalah paman Sonya Depari.

Arman Depari dengan pangkat inspektur jenderal, sekarang menjabat Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Riau pengganti Brigjen Endang Sudrajat .

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved