AMI Veteran dan Stake Holder Bahas Short Course KPN
Tampil juga tiga dosen AMI Veteran, Drs Juanda MPd, Drs Djafar Mappa, dan mantan direktur Arifin HA Madjid SE MT.
Penulis: Arif Fuddin Usman | Editor: Ina Maharani
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Akademi Maritim Indonesia (AMI) Veteran Makassar mengadakan diskusi peningkatan kompetensi jurusan Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhanan (KPN) di Aula Kampus AMI Veteran, Jl Nuri Baru No 1, Makassar, Sulsel, Senin (4/4/2016).
Pada diskusi tersebut hadir Dr Capt Suwiyadi MMar (Dosen PIP Semarang), Capt Zulkifli Syahril (INSA Makassar), Dr Hamka SH MSi (INSA Makassar), Dr Rudi K Syahruddin SH MH, Ruslin Monoarfa (APBMI), Syaifuddin (ALFI Sulsel), Syaharuddin (NTS Pelindo).
Tampil juga tiga dosen AMI Veteran, Drs Juanda MPd, Drs Djafar Mappa, dan mantan direktur Arifin HA Madjid SE MT. Kegiatan membahas pengembangan studi KPN ini diikuti sebanyak 248 taruna dari jurusan KPN berbagai angkatan.
Dalam rilis yang diterima Tribun-Timur.com, Senin (4/4/2016), Sekretaris Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Makassar, Hamka, mengatakan, setiap profesi harus meningkatkan kompetensi di era pasar bebas Asean atau yang dikenal dengan MEA.
“Saya sebagai pengguna lulusan akademi maritim, ingin SDM yang kualifikasi tinggi. Dan untuk itu, INSA merasa terpanggil untuk memberdayakan lulusan AMI Veteran. Karena kami memang membutuhkan,” ujarnya.
Hamka menjelaskan, INSA selalu memprioritaskan lulusan perguruan tinggi maritim dalam setiap perekrutan tenaga. “Kami datang membahas short course ini karena kami yakin kemampuan sekolah maritim sesuai kebutuhan kami,” lanjutnya.
Hal itu dibuktikan dari puluhan pemilik kapal yang tergabung dalam INSA selalu memakai lulusan AMI. “AMI Veteran tidak kalah dengan politeknik ilmu pelayaran. Buktinya banyak anggota INSA menerima karyawan lulusan AMI.”
Direktur Utama PT Nusantara Terminal Service (NTS), Sabaruddin, menambahkan, pihaknya juga ingin meningkatkan kompetensi taruna AMI Veteran terkait operasional bongkar muat, logistik, pelayanan jasa kapal, dan lainnya.
PT NTS merupakan anak perusahaan Pelindo yang khusus menangani bongkar-muat barang, peti kemas di pelabuhan. “Lulusan tak hanya hanya bermodal ijazah semata, tapi juga ditunjang kompetensi dan sertifikat pendukung,” ujarnya.
Direktur AMI Veteran Amrin Rani menambahkan, pihaknya bertanggung jawab untuk mengingkatkan kapasitas taruna KPN. Kalau jurusan teknika dan nautika sudah mengikuti kursus 3.12, maka KPN juga harus mendapatkan ilmu sepadan.
“Kompetensi sekarang ini menjadi hal penting. Dan tentunya jurusan KPN juga akan kita upgrade dengan gagasan short course yang melibatkan pemangku kepentingan seperti dari INSA, ALFI, APBMI bongkar muat, dan lainnya,” ujarnya.