Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ini Ancaman Ahok Soal Reklamasi yang Bikin ‘Penyuap’ Sanusi Terdiam

Ahok dengan keras ‘mengancam’ pengembang yang nakal

Editor: Ilham Arsyam
PEMPROV DKI JAKARTA
Gubernur DKI Jakarta, Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama 

TRIBUN-TIMUR.COM - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama pernah bertemu bertemu dengan jajaran manajemen PT Muara Wisesa Samudra (anak perusahaan Agung Podomoro Land ), di Balai Kota Jakarta, 24 April 2015 lalu.

Pertemuan tersebut diabadikan melalui video rekaman oleh Humas Sekretariat Provinsi DKI Jakarta dan diunggah melalui channel resmi pada YouTube.

Rombongan manajemen itu dipimpin Wakil Direktur I Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja.

Kepada Ahok, sapaan Basuki, dijelaskan soal rencana reklamasi Pulau G (Pluit City) beserta pembangunan rumah tinggal, rumah toko, dan perkantoran di atas pulau buatan tersebut.

Setelah melihat pemaparan atas rencana tersebut, Ahok menyoroti soal dampak ditimbulkan bagi lingkungan akibat reklamasi tersebut.

Satu di antaranya adalah kekhawatiran terjadinya pendangkalan.

“Bisa dilewati kapal (nelayan) atau nggak,” ujar Ahok bertanya.

Ariesman yang duduk di sebelah kanannya pun mengiyakan..

Ahok kemudian meminta ada perjanjian.

“Saya mau ada perjanjian soal itu bahwa ada jaminan (bisa dilewati kapal). Terus sanksinya apa kalau kapal enggak bisa lewat, harus bayar,” katanya.

Selain itu Ahok juga dengan keras ‘mengancam’ pengembang yang nakal.

“Ngomong properti kami benar-benar tidak takut. Saya harap pengembang bisa kerjasama dengan baik, kami tak ganggu pasar anda, asal kewajiban bayar pajak dipenuhi. Pemerintah punya hak, punya kuasa,” katanya.

“Kalau pengembang macam-macam pada kami (pemerintah) saya jamin anda pasti saya sapu habis,” kata Ahok yang membuat rombongan PT Muara Wisesa Samudra terdiam.

Ahok juga menyindir jika proyek triliunan grup Agung Podomoro di pulau itu tidak ada apa-apanya dengan apa yang Pemprov DKI punya.

“Agung Podomoro paling habiskan anggaplah Rp 4 Triliun pertahun. Kita pokir (pokok pikiran DPRD DKI) habiskan Rp 12, 1 T,” kata Ahok yang disambut tawa peserta rapat.

Setahun setelah pertemuan dengan Ahok itu, Ariesman Widjaja ditangkap KPK.

Dia diduga menyuap Ketua Komisi D DPRD DKI Muh Sanusi soal proyek reklamasi ini.

Ariesman diketahui berperan dalam pemberian suap uang sebanyak Rp 1,14 miliar kepada Sanusi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved