Begini Cara Petugas Rutan Klas IA Makassar Cegah Pemberontakan Tahanan
Meningkatkan kekompakan antara para penghuni rutan dan para petugas
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kebakaran yang melanda Rumah Tahanan (Rutan) di Bengkulu hingga menewaskan lima orang tahanan beberapa waktu lalu ditanggapi oleh Kepala Rutan Kelas IA Makassar, Surianto.
Surianto mengatakan, kebakaran yang diduga berawal dari keributan yang dilakukan para tahanan seharusnya tidak terjadi jika saja petugas tanggap melihat situasi.
"Kejadian di sana (Bengkulu) tidak mungkin langsung terjadi begitu saja, pasti ada tanda sebelumnya. Nah sebelumnya kan sudah ada riak-riak teriakan dari tahanan, harusnya swmua perugas sudah waspada," ungkapnya.
Tak mau kejadian sama menimpa Rutan yang ia kepalai, Surianto mengaku memiliki cara sendiri yaitu dengan meningkatkan kekompakan antara sipir dan para penghuni rutan.
"Yang pertama kami lakukan adalah meningkatkan kekompakan antara para penghuni rutan dan para petugas, dan yang terpenting menghargai para napi sebagai manusia, karena jika tidak, itu yang berbahaya," kata Surianto saat ditemui, Minggu (27/3/2016).
Salah satu hal yang sering dilakukan petugas untuk menjaga kekompakan dengan para napi adalah menggelar Ibadah Shalat berjamaah dan pengajian.
"Kami juga sering melakukan kegiatan dialog, olahraga, diskusi, dan juga berkomunikasi terus menerus dengan pihak keluarga para tahanan," ungkap dia.
Hal itu menurut Surianto dapat menangkal kemungkinan-kemungkinan terburuk yang bisa muncul akibat para tahanan yang jumlahnya ribuan menjadi depresi, hingga akhirnya melakukan perlawanan.
Tak hanya itu, Surianto dan anggotanya mengaku selalu waspada dan teliti terhadap hal kecil yang berpotensi menjadi pemicu hal-hal yang tak diinginkan terjadi di rutan.
"Kita lakukan pengetatan dengan pemeriksaan barang dan badan. Lalu semua anggota juga diminta mengumpulkan informasi sekecil apapun, misalnya ada baju, koran atau kertas yang dikumpulkan, itu sdah perlu diwaspadai karena bisa saja menjadi pemicu kebakaran," jelas dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/surianto1_20160328_185931.jpg)