Refleksi Kamis Putih di Toraja Utara
Marilah kita perlihatkan bahwa kita sungguh - sungguh menemani Sang Pelayan.
Penulis: Yultin Rante | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Jauh sebelum saat yang menegangkan pada malam sebelum peristiwa penyaliban seperti malam ini, Yesus mengatakan pada para murid-Nya mengenai "Tuan" atau orang besar/terkemuka yang sesungguhnya yaitu yang rela dengan tulus menjadi "Pelayan", menjadi "Hamba".
Yesus bersabda (Markus 10:43-45): "Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang termuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang".
Yesus tidak hanya mengatakan agar murid-murid-Nya menjadi pelayan atau hamba, tetapi Ia sendiri memosisikan diri-Nya sebagai Sang Pelayan yang bahkan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.
Pada malam itu, Ia memulai dengab ketulusan hati Sang Guru membasuh kaki murid-murid-Nya.
Perbuatan yang sulit dipahami para murid, mungkin termasuk kita semua sekalipun sudah paham bahwa Yesus melakukan itu semua karena "Kasih" dan kita patut meladeni-Nya.
Karena itu, Malam ini kita mendapat kesempatan lagi untuk membuktikan bahwa kita juga mampu menjadi "hamba" atau "pelayan" karena kasih kita kepada sesama melalui pembasuhan kaki.
Marilah kita perlihatkan bahwa kita sungguh - sungguh menemani Sang Pelayan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/salib-di-toraja-utara_20160324_204119.jpg)