Anggaran Rp 3,6 miliar, ITH Parepare akan Bentuk Enam Prodi
Taufan belum mengungkapkan jenis enam prodi yang dianggarkan melalui APBD tersebut.
Penulis: Mulyadi | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi
TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE - Pemerintah Kota Parepare menganggarkan sebanyak Rp 3,6 miliar untuk operasional enam prodi yang fokusnya di bidang Komputer dalam rencana Pendirian Institute Teknologi Habibie (ITH).
Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, mengungkapkan, dana gelondongan sebanyak Rp 3,6 miliar tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2016 dengan masing-masing setiap prodi mendapatkan anggaran Rp 600 juta untuk biaya operasional.
Taufan belum mengungkapkan jenis enam prodi yang dianggarkan melalui APBD tersebut. "Seluruh prodi di Perguruan Tinggi ITH ini intinya fokus di keilmuan komputer,"jelasnya.
"Pembangunan kampus ITH yang rencananya akan didirikan di Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki akan dibantu JICA Jepang setelah adanya regulasi yang jelas mengatur bentuk kerjasamanya,"katanya
Japan International Cooperation Agency (JICA) sendiri merupakan lembaga bentukan Jepang untuk membantu negara berkembang khususnya dalam bidang pembangunan infrastruktur.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Parepare, Zahrial Jafar mengungkapkan, jika pembangunan fisik gedung ITH sudah dilakukan dalam satu tahun terakhir.
"Kita sudah mengeluarkan anggaran melalui APBD untuk renovasi dua gedung yang disiapkan untuk tempat perkuliahan dan rektorat ITH ini yakni, eks Gedung DPRD disamping Kantor Wali Kota Parepare, dan eks Gedung pemuda yang selama ini lama terbengkalai,"katanya.
Zahrial menjelaskan total dana yang digelontorkan untuk merenovasi dua gedung ini sebesar Rp 2 miliar, masing-masing dianggarkan Rp 1 milia setiap bangunan. "Eks gedung DPRD yang sekarang ditempati BKDD hanya terpakai Rp 800 juta,"jelasnya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pendidikan Kota Parepare, Muh Nasir mengatakan, jika pembentukan ITH ini menjadi terobosan yang luar biasa dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare khususnya Wali Kota.
"Ini sebuah terobosan luar biasa tetapi harusnya juga pemerintah kota menjadikan prioritas adanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang sudah diseleksi baik bagian Administrasi maupun tenaga pengajar,"katanya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ith_20160223_155906.jpg)