Lomba Makan Ayam KFC Lanjut, Hadiah Rp 5 miliar, Satu Peserta Tewas
"Hanya membuat dan menandatangani surat pernyataan sehat saja. Surat dokter tidak ada," ujarnya.
TRIBUN-TIMUR.COM- JAKARTA - Penyelenggara lomba, O2 Accion, memastikan lomba makan ayam yang digelar di gerai-gerai KFC se-Jawa dan Bali pada 3 Maret sampai 31 Mei 2016 itu tetap dilanjutkan.
"Lomba masih lanjut. Saya belum dapat informasi arahan dihentikan," kata staf O2 Accion, Anto saat dihubungi Sabtu (12/3/2016).
Menurutnya, lomba makan ayam berhadiah miliaran rupiah ini juga tetap akan dilaksanakan di gerai KFC Taman Semanan, yang merupakan lokasi kejadian salah seorang peserta tewas saat mengikuti lomba.
Ia menambahkan, seluruh calon peserta diwajibkan mengikuti syarat dan ketentuan dari panitia lomba sebagaimana dilansir dalam laman, www.menang5miliar.com
Di antaranya, tentang kesedian calon peserta menandatangani surat pernyataan sehat jasmani dan rohani yang disiapkan oleh panitia penyelenggara.
Dengan menyetujui surat pernyataan sehat itu, maka pihak penyelenggara dan KFC bebas dari segala macam tuntutan, baik secara pidana dan perdata.
"Hanya membuat dan menandatangani surat pernyataan sehat saja. Surat dokter tidak ada," ujarnya.
Perihal tetap dilanjutkannya lomba makan ayam ini juga disampaikan oleh Store Manager KFC Taman Semanan, Umi Marini.
Bahkan, pantauan Tribun, gerai tersebut masih membuka terhadap calon peserta lomba.
Peserta Meninggal
Warga di lingkungan Jalan Angsoka Hijau V Blok E7 Perumahan Kosambi Baru, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (11/3/2016) petang memadati rumah nomor 27.
Warga terkejut lantaran Freedi Djajadi (39) dipulangkan ke rumahnya dalam keadaan meninggal dunia.
"Saya kaget karena saya kira yang meninggal bapak atau ibunya," kata tetangga korban yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (12/3/2016) petang.
Belakangan diketahui Freedi meninggal saat mengikuti lomba makan ayam di gerai KFC Semanan atau sekitar 2 Km dari rumahnya.
Tetangga tersebut lebih 10 tahun bertetangga dengan Freedi. Freedi mempunyai istri dan seorang anak berusia sekitar 8 tahun.
Mereka tinggal bersama orangtua Freedi di rumah nomor 27 itu.
Menurutnya, Freedi mempunyai postur tubuh tinggi dan kekar. Dan selama ini ia belum pernah mendengar ayah satu anak itu mempunyai penyakit tertentu ataupun dirawat di rumah sakit.
"Sebelum-sebelumnya dia sehat kok. Badan kekar, bagus dan tinggi. Kalau dibilang dia punya penyakit, nggak terlihat dari luar," jelasnya.
"Dia orangnya baik, ramah, sopan suka menegur saya kalau lewat lihat saya meski saya membelakanginya. Menyapa saya sampai begini, begini (membungkuk)," sambungnya.
Sepengetahuannya, Freedi bekerja Senin hingga Jumat. Informasi yang didapatnya dari ayah korban, Suyatno, bahwa Freedi hari Jumat itu keluar rumah juga untuk bekerja.
"Kata mamanya, dia berangkat kerja. Saya tanya ke bapaknya, tahu nggak kalau dia ikut lomba, tahunya dia kerja. Makanya keluarganya kaget, tiba-tiba dia pulang dalam keadaan begitu.
Syok lah orangtuanya, karena pamitnya kerja, mungkin juga karena orangtuanya nggak tahu juga dia ikut lomba," tuturnya.
Ia menambahkan, sempat menanyakan ke seorang pria yang juga mengikuti lomba makan ayam saat jenazah Freedi dibawa ke rumahnya.
"Yang sebelahnya ikut lomba sama dia, saya tanya, dia nggak tahu waktu Freedi tersedak. Karena katanya dia fokus sama makanananya. Katanya (Freedi) sempat ditepuk-tepuk dan sempat minum dan sempat sadar," ujarnya.
Pantauan Tribun, rumah berdinding putih tampak terkunci pada bagian pagar.
Seorang perempuan turun dari mobil Avanza silver saat berhenti di depan rumah Freedi.
Seorang pria berambut pendek tampak berada di balik stir kemudi. "Itu kakaknya Freedi," selorohnya.(Abdul Qodir "Aco" Djaelani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ayam-kfc_20160313_110205.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/peserta-lomba-tewas_20160313_110612.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rumah-kontestan-makan-ayam_20160313_105936.jpg)