Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sejak 87, Mas Permadi Keliling Tamalatea Jual Bakso Kuda

Awalnya Permadi menjual bakso daging sapi.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN/MUSLIMIN
Mas Permadi jualan bakso daging kuda, Selasa (1/3/16). 

TRIBUNJENEPONTO.COM, TAMALATEA - Sukkar (50), akrab disapa Mas Permadi, asal Sragen, Jawa Tengah.

Sejak tahun 1987, pria ini merantau dan menetap di kota Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto.

Dia menyambung hidup dari berjualan bakso.

Pagi hingga siang jualan di lingkungan SD Tanetea, sorenya keliling kampung di Kelurahan Pammanjengan, Kecamatan Tamalatea.

Awalnya Permadi menjual bakso daging sapi.

Setelah mempelajari kegemaran orang Jeneponto makan daging kuda, pria setengah abad ini pun membuat bakso daging kuda.

“Agar rasanya makin enak saya campur dengan daging ayam. Ternyata pelanggan makin suka, ya keterusan,” ujar Permadi yang telah punya rumah sendiri di Tamalatea dan mengatakan akan menetap di daerah ini hingga akhir hayat.

Sehari, Permadi mengaku mendapat untung bersih Rp 90 hingga Rp 150 dari berjualan bakso yang semangkuk dijualnya seharga Rp 5 ribu.

Sejak menginjakkan kakinya di Bumi Turatea yang warganya dikenal keras, Permadi tak pernah mendapat masalah.

Dia bahkan menganggap orang Jeneponto baik dan ramah.

“Saya betah di sini. Banyak yang menilai orang Jeneponto keras, tapi sebenarnya orang sini baik dan ramah asalkan tidak melanggar prinsipnya," ujar Permadi, Selasa (1/3/16) sore.

Tribunjeneponto.com mencicipi bakso daging kuda Mas Permadi. Rasanya memang lezat dan hmmm...... ‘membangkitkan’.

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved