Workshop PKBI Sulsel Bahas Hak dan Status Waria

bertema "Membangun opini publik yang positif melalui media terhadap adanya ekslusi bagi komunitas waria"

Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/DARUL AMRI
Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulawesi Selatan menggelar workshop terkait status waria di hotel Ramedo, Jl Landak Baru, no 112 F, kecamatan Rappocini, Makassar, Sabtu (27/2/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulawesi Selatan menggelar workshop terkait status waria di hotel Ramedo, Jl Landak Baru, no 112 F, kecamatan Rappocini, Makassar, Sabtu (27/2/2016).

Workshop atau pelatihan ini bertema "Membangun opini publik yang positif melalui media terhadap adanya ekslusi bagi komunitas waria". Dan diikuti oleh belasan para jurnalis Makassar.

Direktur PKBI Sulsel Andi Iskandar mengajak para jurnalis untuk membangun stigma positif dalam memandang dan melakukan karya-karya jurnalistik pada dasar Hak Asasi Manusia (Ham).

"Para waria juga manusia, mereka punya hak untuk hidup bersama ditengah-tengah masyarakat dan bisa diterima olehnya itu dengan workshop ini kita memandang waria juga dalam posisi HAM," kata Iskandar dalam presentasenya.

Menurut Iskandar, saat ini pandangan kebanayakan orang masih sangat buruk terhadap waria.

Tidak sampai disitu, bahkan kelompok waria yang nampak secara terang-terangan dibully dan didisriminasi pada lingkungan masyarakat.

Dalam katergori Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT), waria yang paling didiskriminasi. "Mereka menjadi bahan celaan dimasyarakat, padahal dalam perspektif ham semua sama-sama," ujar Iskandar. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved