Jelajah Belitung Bersama Xl Axiata
Melepas Tukik di Pulau Kepayang
Setelah'bermain-main' di Pulau Burung, rombongan XL Media Gathering yang menumpang 10 perahu bermotor bergerak ke Pulau Gede Kepayang
Penulis: Aqsa Riyandi Pananrang | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Aqsa Riyandi Pananrang
TRIBUN-TIMUR.COM-Kegiatan Hopping Islands atau 'melompat' dari satu pulau ke pulau lainnya di Belitung, Kepulauan Belitung, Bangka Belitung, belum berakhir di Pulau Lengkuas dan Pulau Burung.
Tur wisata peserta XL National Media Gathering yang terdiri dari puluhan jurnalis se-Indonesia selama tiga hari dua malam, 17-19 Februari, terus berlanjut ke pulau lainnya. Berikut ulasannya:
Pulau Kepayang
SETELAH 'bermain-main' di Pulau Burung, rombongan XL Media Gathering yang menumpang 10 perahu bermotor bergerak ke Pulau Gede Kepayang atau Pulau Kepayang Besar.
Biasa disebut pulau Babi Besar. Kata Komeng, pemandu wisata tur ini, pulau tersebut dinamai Pulau Babi karena dulunya di kawasan ini berdiri peternakan babi yang belakangan tutup.
Lokasinya hanya sekitar 15 menit dari Pulau Burung, Berdekatan Pulau Kepayang Besar, ada Pulau Kepayang Kecil. Sama seperti pulau-pulau lainnya, baik Kepayang Besar maupun Kepayang Kecil dikelilingi air laut jernih biru kehijauan dan hamparan pasir putih yang tampak berkilau dari kejauhan terkena teriknya sinar matahari.

Tentu saja gugusan batu granit menambah keunikan dan keindahan pulau seluas 12 hektare (ha) ini. Apalagi, pulau ini masih ditumbuhi rimbunan pepohonan yang cukup lebat. Kami ke pulau ini untuk beristirahat dan bersantap siang di rumah makan.
Rumah makan sekaligus resort berkonstruksi kayu tersebut tak jauh dari bibir pantai. Tempat makan dibuat terbuka dengan beberapa meja makan panjang plus kursi terbuat dari kayu. Deretannya memanjang menghadap maupun membelakangi bibir pantai.
Jadi wisatawan bisa menyantap makan siang sambil memandangi pantai 'ditemani' semilir angin laut. Adapula beberapa gazebo disekitar rumah makan maupun beberapa meja panjang dan kursi di bawah rerimbunan pohon. Menu makan siangnya mayoritas hidangan laut seperti ikan bakar, udang, tak terkecuali ikan gangan, ikan masak khas Belitung dengan racikan bumbu kuning yang khas.

Sebelum bersantap pengunjung bisa membersihkan tubuh maupun berganti pakaian di deretan kamar bilas maupun toilet yang cukup bersih di bagian belakang rumah makan. Fasilitas di pulau ini terbilang lengkap.
Tak hanya rumah makan tersedia musala hingga bungalow sederhana berupa bangunan panggung dari material kayu dan papan menghadap ke laut bagi wisatawan yang ingin menginap di pulau.
Konservasi Penyu Pulau Kepayang
PESONA sesungguhnya dari Pulau Kelayang sebenarnya ada di sisi lain resort yang menjadi lokasi konservasi dan penangkaran penyu. Wilayah konservasi ini dikelola Kelompok Peduli Lingkungan Belitung (KPLB). Untuk mencapainya pengunjung berjalan kaki sekitar 10 menit menyusuri setapak 'membelah' rimbunan pohon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tukik-xl_20160225_220344.jpg)