Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wakil Ketua Muhammadiyah Minta Pemkot Makassar dan Pemkab Gowa Atasi Begal

Sebelumnya, Wakil Ketua PW Nasyiatul ‘Aisyiyah Sulsel, Musyarrafah meregang nyawa setelah berjuang melawan begal di Jl Tun Abdul Razak.

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Anita Kusuma Wardana

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulsel, Dr KH Mustari Bosra yang sempat melayat jenazah Musyarrafah di RS Grestelina berharap polisi segera menemukan pelakunya.

“Sudah rahasia umum, kawasan Hertasning Baru adalah daerah yang rawan. Sudah sering terjadi tindak kriminal di jalur tersebut. Pemerintah Kota Makassar maupun Pemkab Gowa mesti bersinergi dengan aparat keamanan, mengamankan jalur tersebut. Kita tidak ingin bertambah korban lagi,” kata Dosen UNM ini.

Turut hadir melayat di RS. Grestelina, Ketua PW ‘Aisyiyah Sulsel, Nurhayati Azis, sejumlah aktivis Nasyiatul ‘Aisyiyah Sulsel, serta puluhan mahasiswa Barru. Semasa hidupnya, selain aktif di Muhammadiyah, Musyarrafah memang dikenal pula sebagai salah seorang aktivis organisasi daerah mahasiswa Barru.

Sebelumnya, Wakil Ketua PW Nasyiatul ‘Aisyiyah Sulsel, Musyarrafah meregang nyawa setelah berjuang melawan begal di Jl Tun Abdul Razak, Gowa, Minggu (22/2/2016) malam.

Aktivis Nasyiatul Aisyiyah Sulsel, Yusnaeni menceritakan Musyarrafah berniat berkunjung ke rumahnya di Samata-Gowa.

“Ketika berada di depan masjid Cheng Ho, ada motor yang mendekat dan nyaris menyerempet motor kak Musyarrafah. Salah seorang dari mereka berusaha menarik tas yang dipegang Musyarrafah, namun ia melawan. Tasnya berhasil dipertahankan, tapi ia gagal mempertahankan keseimbangan tubuhnya. Ia jatuh dan kepalanya terbentur,” ujar Yusnaeni, Senin (22/2/2016). (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved