Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Misteri Pembunuhan Wayan Mirna Salihin

Mengapa Pembunuhan Mirna Begitu Heboh? Lihat Hebatnya Keluarganya, Bukan Warga Biasa

Bandingkan sejumlah pemberitaan kasus pembunuhan melibatkan masyarakat kelas bawah.

Tayang:
Editor: Edi Sumardi
FACEBOOK.COM/MIRNA SALIHIN
Arief Soemarko dan Wayan Mirna Salihin 

Dia belum bersedia mengungkapkannya.

Selain sebagai pengusaha, Dermawan merupakan keluarga bos bank.

Kakak kandungnya, Roosnianti Salihin merupakan Wakil Presiden Direktur Bank Panin sejak tahun Juni 1997 atau sudah 18 tahun.

Namun, ada informasi baru mengejutkan.

Pengacara Jessica, Yudi Wibowo menyebut Dermawan anggota Badan Intelijen Negara.

"Yang (anggota) BIN itu bapaknya Mirna. Tanya saja kalau nggak percaya. Dia kan ngakunya pengusaha, pengusaha kan bisa apa saja," kata Yudi di Jakarta, Rabu (3/2/2016).

Polisi Australia Ikut Lacak Hubungan Jessica-Mirna

Sejumlah keterangan dari tersangka Jessica, dianggap oleh polisi, janggal.

Suami mendiang Mirna, Arief Soemarko (27), bahkan menyebut apa yang disampaikan Jessica terkait kasus es kopi vietnam bersianida semuanya bohong.

Menghadapi itu, Polda Metro Jaya menyiapkan bukti tidak terbantahkan untuk memperkuat status tersangka Jessica.

"Dari pengalaman, kasus pembunuhan dengan racun itu rata-rata tidak ada pengakuan dari tersangka, sehingga dibutuhkan kejelian dan keahlian penyidik untuk membuktikan," ujar

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Muhammad, Selasa (2/2/2016), sebagaimana dikutip dari Kantor Berita Antara.

Guna menyiapkan bukti tak terbantahkan, polisi tak akan mengejar pengakuan Jessica.

Polda Metro Jaya telah meminta bantuan Kepolisian Federal Australia atau Australian Federal Police (AFP) guna mengusut tuntas kasus tersebut.

Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti menyampaikan hal tersebut ketika Jessica, diperiksa penyidik Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Rabu (20/1/2016).

Menurut mantan Staf Perencanaan pada Perserikatan Bangsa-bangsa di New York, Amerika Serikat ini, bantuan AFP diperlukan sebab ada sejumlah keterangan akan dicek keakurasiannya di Negeri Kanguru itu.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved