Jagung Langka di Sidrap, Bulog Turun tangan
Harga jual jagung dari Bulog antara Rp 4.000 hingga Rp 4.500 per kilogram.
Penulis: St. Fathin Hamidah | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNSIDRAP.COM, PANGKAJENE - Badan Urusan Logistik (Bulog) Sulselbar menyiapkan 10 ribu ton jagung per bulan untuk didistribusikan ke daerah sebagai pakan ternak ayam ras petelur.
Langkah ini diambil Bulog untuk mengatasi kelangkaan jagung sebagai bahan utama pakan ternak ayam ras, khususnya di Sidrap.
Kepala Divisi Regional (Kadivre) Bulog Sulselbar, Abd Muis S Ali, menjelaskan setiap bulan Bulog akan menyalurkan 10 ribu ton jagung ke seluruh wilayah Sulslebar.
Saat ini, pihaknya masih membahas teknis pendistribusiannya, dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan daerah.
"Khusus untuk Sidrap, kemungkinan mendapatkan jatah paling besar karena jumlah populasi ternak didaerah itu memang paling besar, yakni sekitar 4,5 juta ekor populasi ayam petelur," kata Muis yang mantan Kasub Divre Bulog Sidrap.
Harga jual jagung dari Bulog antara Rp 4.000 hingga Rp 4.500 per kilogram.
Kebijakan Bulog ini disambut gembira peternak ayam di Sidrap.
Salah satunya Bahrul, peternak asal Kecamatan Panca Rijang, Sidrap, Sulsel.
Dia mengatakan, kelangkaan jagung yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, sangat menyusahkan peternak, kalau pun ada harganya mahal, mencapai Rp 7 ribu per kilogram.
"Lonjakan harga jagung di pasaran sangat berpengaruh terhadap biaya operasional kami. Syukurlah kalau Bulog bisa mengatasinya,” kata Bahrul, Rabu (3/2/16).
Peternak lainnya, H Jama, asal Desa Tanete, Kecamatan Maritengngae, berharap Bulog segera mendistribusikan jagung ke Sidrap agar peternak tidak merasa resah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/jagung_20150409_234153.jpg)