Travel

Massayo, Kisah Kakak Potong Adik untuk Makanan Babi

Dari Rantepao, waktu tempuh ke Massayo sekitar satu setengah jam.

Massayo, Kisah Kakak Potong Adik untuk Makanan Babi - objek-wisata-massayo_20160129_190236.jpg
Tribun/Yultin
Pemandangan di objek wisata Massayo, Toraja Utara.
Massayo, Kisah Kakak Potong Adik untuk Makanan Babi - objek-wisata-massayo_20160129_190315.jpg
Tribun/Yultin
Pemandangan di objek wisata Massayo, Toraja Utara.
Massayo, Kisah Kakak Potong Adik untuk Makanan Babi - objek-wisata-massayo_20160129_190404.jpg
Tribun/Yultin
Rombongan pejabat Pemkab Toraja Utara mengunjungi objek wisata Massayo, Jumat (29/1/16).

ANDA berencana liburan ke Toraja Utara? Tidak ada salahnya memasukkan objek wisata Massayo dalam list tempat wisata yang akan Anda kunjungi.

Letaknya di Kelurahan Buangin, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja Utara, Sulsel, sekitar 50 kilometer sebelah timur Rantepao, ibukota Toraja Utara.

Massayo adalah objek wisata legenda, berupa dua batu besar sekaligus juga wisata alam karena dikelilingi perbukitan dan hutan, dibelah aliran sungai kecil.

Asisten I Kabupaten Toraja Utara, Rede Roni, menceritakan batu paling besar di lokasi wisata tersebut, konon tempat persembunyian seorang anak yang ketakutan setelah memotong adiknya bernama Lisu.

Kisahnya, anak itu disuruh oleh ibunya membuat sayur lisu untuk babi peliharaannya.

Dalam bahasa Toraja, lisu berarti batang talas.

Si anak tersebut salah paham, dia malah memotong adiknya yang bernama Lisu, memasaknya untuk makanan babi peliharaannya.

Melihat ayahnya murka, anak ini lari dan bersembunyi di balik batu besar itu dan hingga kini tak diketahui rimbanya.

Akhir cerita, permukaan batu tiba-tiba menyerupai rambut manusia, terurai memanjang.

Konon, permukaan batu menyerupai rambut karena saat bersembunyi, hanya rambut si anak yang tampak.

Halaman
12
Penulis: Yultin Rante
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved