Bocah Kelas 1 SD di Polman Tenggelam Saat Cari Keong di Sungai
Sebelum kejadian, teman korban lebih duluan pulang ke rumah, sedang korban masih mencari keong hingga jam 11.00 wita.
Penulis: Hasan Basri | Editor: Ina Maharani
Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Seorang murid kelas 1 Sekolah Dasar (SD) Panreng-panreng, desa Tumpiling, kecamatan Wonomulyo Polman, Sulawesi Barat, ditemukan tenggelam di sungai dalam kondisi tak bernyawa, Minggu (3/12/2015) sekitar pukul 16.30 wita sore.
Korban bernama Mahendra (7) ditemukan, setelah empat jam lebih warga makukan pencarian dengan menelusuri sepanjang sungai. Jasad bocah ini ditemukan tepatnya di dusun Pucceda, desa Nepo, kecamatan Wonomulyo Polman .
Menurut informasi dari pihak kepolisian setempat melalui juru bicara Polda Sulselbar, Kombespol Frans Barung Mangera, Senin (4/1/2015) korban tenggelam usai mencari keong bersama dengan teman sebayanya di sungai sekitar rumahnya.
Sebelum kejadian, teman korban lebih duluan pulang ke rumah, sedang korban masih mencari keong hingga jam 11.00 wita.
Karena bocah itu tak kunjung pulang ke Rumah seperti biasanya, orang tua korban Daud langsung ke lokasi mencari anaknya. Tapi keberadaan anaknya sudah tidak ada disekitar tempat semula mencari keong.
Selanjutnya orang tua korban dibantu beberapa masyarakat berinisiatif mencari keberadaan korban dengan menyusuri aliran sungai yang ditempati semula . Akhirnya sekitar jam 16.30 wita korban ditemukan oleh warga di Pucceda.
Usai ditemukan, jasad korban langsung dibawa kerumah duka dan akan dikebumikan di Pekuburan desa Tumpiling pada hari ini .(*)